JournalNusantara.com - Sejumlah pemuda dan Tim Penyapu yang terdiri atas Balai Konserasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat, Basasmas, memaksa kepada para pendaki yang masih berkemah di sekitaran Gunung Marapi, saat Gunung api itu terjadi erupsi sejak Sabtu (07/01/23).
Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono di Padang, Minggu, mengungkapkan bahwa hanya ada 30 orang pendaki yang turun dari Gunung Marapi itu, Aparat memaksa untuk pendaki-pendaki turun dari Marapi agar mengurangi risiko ancaman erupsi Gunung Marapi.
Baca Juga: Berikut Daftar Pemenang Golden Disk Award 2023
"Tim memaksa pendaki lainnya yang masih bersikeras menetap di Gunung Marapi, hingga pagi ini sudah terdata 30 orang yang turun dan empat lainnya masih dalam perjalanan ke bawah," ungkap Ardi.
Tim Penyapu sengaja naik ke atas Gunung Marapi mencari dan memaksa pendaki yang masih berkemah untuk segera turun, terdaftar 40 orang yang berkemah di Gunung Marapi sebelum adanya letusan, tetapi ia pun tidak memastikan jika adanya kemungkinan pendaki ilegal yang berada di Gunung Marapi.
Baca Juga: 200 Juta Pengguna Twitter Dihacker, Pihak Berwenang Selidiki Masalah Tersebut
Meski data resmi dari BKSDA Sumatera Barat menyebutkan jumlah pendaki yang naik ke kawasan puncak Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi sebanyak 40 orang.
"Di kamis dan Jumat, memang hanya 40-an orang, Tapi hari Sabtu, ada sekitar 50-an orang, termasuk rombongan dari Duri, Riau, mereka berjumlah 29 orang," ucap Safrizal. (Tiara Maulia Setiawan)