JournalNusantara.com - Tarif KRL Commuter Line normal tanpa subsidi untuk orang kaya akan diberlakukan pada tahun 2023 mendatang, nantinya tarif KRL ada dua jenis. yakni tarif KRL subsidi untuk masyarakat bawah dan tarif KRL normal tanpa subsidi untuk orang kaya.
Sehingga penumpang kaya akan membayar lebih mahal dibandingkan tarif KRL subsidi, tarif normal tanpa subsidi berlaku untuk orang kaya.
"Paling lambat di pertengahan semester I setelah kegiatan peresmian-peresmian, Tapi kalau bisa kita percepat ya kita percepat," ungkap Direktur Jenderal Perkeretaapian Risal Wasal di Jakarta.
Baca Juga: Viral Seorang Petani Miliki 12 Istri, 102 Anak dan 568 Cucu
Hingga nanti pada pihaknya akan menggunakan data dari Kementerian Dalam Negeri untuk mengetahui siapa saja yang berhak untuk mendapatkan subsidi tersebut, bahwa subsidi tepat guna yang dimaksud yakni pemberian subsidi bagi masyarakat yang tidak mampu.
Sedangkan bagi mereka yang dianggap mampu secara finansial akan tetap membayar sesuai dengan tarif yang seharusnya dibayar.
"Itu subsidi tepat guna, Tarif tidak jadi naik, tapi kita makai data yang ada di Kemendagri, Jadi yang kaya ya bayar sesuai dengan harga aslinya, Dan yang kurang mampu itu yang dapat subsidi," ungkapnya.
Risal mengungkapkan bahwa rencana tersebut akan berjalan lancar dan tak ada gangguan pada pengguna.
Baca Juga: Indonesia Percepat Pembangunan Green and Smart Sport Pelabuhan, Agar Meminimalisir Perilaku Korupsi
"Kita harap tidak ada yang ribet. Percaya sama data kita aja ya," ujarnya.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjamin pada tarif KRL tidak akan naik hingga 2023, namun akan ada kebijakan pemberian subsidi tarif KRL tepat sasaran. (Tiara Maulia Setiawan)
Sumber: Okezonecom