JournalNusantara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar mempercepat pembangunan green and smart port atau pelabuhan hijau dan pelabuhan cerdas.
Sebab pada tahun depan Luhut menargetkan sebanyak 149 persen untuk digitalisasi, yang mana 112 berada di bawah Pelindo dan 37 di berbagai institusi termasuk swasta.
Maka dari itu Luhut pun mengungkapkan, pada tahun ini terdapat 14 green and smart port di Indonesia.
Baca Juga: Viral Seorang Petani Miliki 12 Istri, 102 Anak dan 568 Cucu
Ia pun menegaskan dengan digitalisasi melalui green and smart port yang sudah diperbagus, hal itu akan meminimalisirnya pelaku korupsi.
"Sekarang sistem itu diperbagus, jangan membuat persepsi memotong-motong apa yang ingin pemerintah lakukan, karena ingin melakukan suatu efisiensi dengan digitalisasi dengan membangun smart port membangun green port, ini penting,"tegasnya.
Karena Indonesia sudah masuk ke dalam 20 negara perfoma pelabuhan terbaik, dari digitalisasi pelabuhan Indonesia telah ada di atas negara maju lainnya.
Baca Juga: Singgung Politik Identitas, Hasto Kristiyanto Sebut PDIP Tampilkan Narasi Keberagaman
"Dan teman-teman harus ingat dampak G20 membawa Indonesia semakin terkenal, jangan kita masih membawa persoalan-persoalan istilah saya kampungan yang tidak perlu terjadi, bisa dihindari, kita menghindari dengan digitalisasi," jelasnya. (Tiara Maulia Setiawan)