nasional

Presiden Jokowi Memberikan Peringatan Keras kepada Uni-Eropa dalam Pidatonya

Minggu, 18 Desember 2022 | 18:19 WIB
Presiden Jokowi membuka Konsolidasi Nasional Bawaslu RI, di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu 17 Desember 2022. ( Foto: BPMI Setpres/Rusman)

JournalNusantara.com - Presiden Jokowi memberikan peringatan ke Uni Eropa soal pentingnya prospek kemitraan tanpa adanya pemaksaan, dalam pidato KTT Asean-Uni Eropa dengan mengingatkan pentingnya kesetaraan dalam perdagangan investasi global.

Hingga Wakil Ketua umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi mengartikan pidatonya Presiden Jokowi itu menunjukan status negara Asean bukanlah negara kelas 2 atau kelas 3, Menurutnya Presiden Jokowi itu memberikan peringatan keras kepada Uni Eropa.

Baca Juga: STB TV Meledak karena Korsleting Listrik, Hingga Mengibatkan Kebakaran pada Rumah di Cengkareng

"Untuk tidak mendikte negara-negara Asean dan merasa standar mereka lebih baik dari Asean, Hal ini Jokowi sampaikan dihadapan para pimpinan negara anggota Uni Eropa, bukan di belakang mereka," ungkap Teddy.

Ungkap Teddy bahwa sikap Presiden Jokowi dalam pidatonya itu membuat sangat bangga bangsa Indonesia.

Baca Juga: Ibu Mayjen Muhammad Saleh Mustafa PangDam XVII Cenderawasih Berikan Bantuan Gempa Cianjur

"Ini menunjukan bahwa, Presiden Jokowi bukanlah Presiden yang kaleng-kaleng," jelas Teddy.
Dia berharap dengn pernyataan terbaru dan sikap dari pidatonya Presiden Jokowi terhadap Uni Eropa bisa menumbuhkan kepercayaan dari negara-negara agar anggota Asean untuk bisa bersikap sama.

"Tahun 2023, Indonesia menjadi Ketua Asean, dan nanti di KTT Asean, sebaiknya membuat kesepakatan dalam penguatan ekonomi bahkan militer," tutur Teddy. (Tiara Maulia Setiawan)

Tags

Terkini