JournalNusantara.com - Serangkaian upacara pernikahan adat Jawa akan dilakukan oleh Kaesang Pangarep dan Erina Gudono. Salah satu yang akan dilakukan adalah Midodareni.
Wigung menjabarkan dalam Midodareni ini nantinya Kaesang juga akan mendapatkan wejangan dari pihak keluarga Erina. Wejangan ini dalam tradisi Jawa disebut Wejangan Catur Laksita tama.
Baca Juga: FIFA, Qatar dan Eksposur Kemunafikan
"Artinya Catur itu empat, Laksita itu sikap dan Tama ada utama. Jadi empat sikap utama sebagai seorang pemimpin utama dalam keluarga. Nanti mas Kaesang akan dapat wejangan itu dari keluarga calon mempelai puteri,"papar Wigung.
"Calon pengatin puteri berada dikamarnya. Nanti ibu-ibu disilahkan untuk bertemu dengan calon pengantin puteri. Acara ini namanya Titik Nitik,"ujarnya.
Wigung mengungkapkan nyantrik berasal dari kata santri atau cantrik dimana memiliki makna seseorang yang sedang mencari ilmu untuk menjadi imam bagi keluarga.
Baca Juga: NU Peduli Kemanusiaan Cianjur Full Buka Layanan Kesehatan Gratis bagi Korban Gempa
Dalam tradisi Keraton, lanjut Wigung dulunya, nyantrik calon mempelai putera akan berada di Bangsal Kasatriya selama 40 hari untuk mendapatkan pendidikan dari Keraton. Namun seiring perkembangan zaman, Nyantrik ini sekarang tidak menginap karena tidak semua masyarakat memiliki Bangsal Kasatriyan seperti Keraton. (Tiara maulia Setiawan)