nasional

Gempa Cianjur, Corp Marinir YonKes 2 Surabaya Bangun Rumah Sakit Lapangan (RUMKITLAP)

Minggu, 4 Desember 2022 | 13:21 WIB
Kepala Staff Angkatan Laut (KASAL mengerahkan seluruh corpsnya membangun Rumah Sakit Lapangan di Cianjur

Journalnusantara.com - Pasca terjadinya gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, Kepala Staff Angkatan Laut (KASAL) mengerahkan seluruh corpsnya membangun Rumah Sakit Lapangan di Cianjur, Senin (21/11/22).

Baca Juga: Piala Dunia 2022: Menang Atas Australia, Argentina Bakal Bertemu Belanda di Babak 8 Besar

Adapun Batalyon Marinir membawahi unsur tanggap bencana pasma 2 Surabaya. Unsur-unsur satuan operasi Corps Marinir yang dikerahkan, yaitu satuan operasi armada, kapal-kapal KLRI (Kapal Perang), dan satuan operasi Rumah Sakit Lapangan (RUMKITLAP) yang merupakan aset dari marinir khusus untuk membantu di bidang kesehatan.

"Total ada delapan puluh tiga personil. Di antaranya batalyon kesehatan berjumlah 53 orang, batalyon Amor 24 orang, Batalyon Palwal 4 orang, ditambah 2 personil mengawal tanki BBM, serta obat-obatan yang di perlukan," kata Letkol Laut Kesehatan Satrio Surya Mapudi selaku Komandan Batalyon Kesehatan 2 Marinir.

Letkol Satrio menyampaikan, Seatle lapang bola Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur merupakan tempat yang diutamakan, kemungkinan tidak bergeser sampai selesai. Sesuai pertimbangan kenyamanan dan letak yang strategis, tidak dekat lokasi gempa serta paling safety.

Baca Juga: Gempa Bumi: Batu Ujian untuk Tatar Santri

"Harapan dan tujuan kami dari satgas ini memberikan peran yang maksimal dalam pelayanan kesehatan bagi korban terdampak gempa juga jemput bola ke lokasi-lokasi yang membutuhkan pertolongan kesehatan. Semoga kondisi Cianjur segera pulih sesuai yang di harapkan, sehingga perekonomian serta aktivitas masyarakat juga bisa berjalan normal kembali," tandasnya.

(Danu & Wandi)

Tags

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB