Sementara, di bidang kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan fokus memperkuat empat hal untuk memastikan momentum pertemuan berjalan dengan aman dan sehat.
Keempatnya, seperti disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, saat Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia pada Juli 2022.
Pertama, protokol kesehatan. Kemenkes telah membuat satu dokumen protokol kesehatan yang nantinya digunakan sebagai pedoman bagi para delegasi KTT G20.
Pedoman itu menjadi acuan pelaksanaan KTT, mulai dari kedatangan, selama acara, hingga kepulangan peserta.
Kedua, surveilans. Seiring munculnya subvarian BA.4 dan BA.5 di Indonesia, Kemenkes telah melakukan penguatan surveilans guna mencegah kenaikan kasus Covid-19.
Penguatan tersebut dilakukan dengan memperkuat 3T, pemeriksaan antigen bagi setiap delegasi serta menyiapkan infrastruktur surveilans berupa alat mesin whole genome sequensing (WGS) di Universitas Udayana, Bali, untuk mempercepat pemeriksaan sampel.
''Selama acara kita juga sediakan tes antigen untuk pendamping para delegasi, lalu harus daftar pakai barcode yang terhubung ke PeduliLindungi. Ini untuk memastikan semua sehat,'' imbuh Menkes.
Ketiga, vaksinasi. Menkes menyebutkan, cakupan vaksinasi Covid-19 di Bali saat ini sudah sangat baik.
Namun demikian, upaya meningkatkan laju vaksinasi masih diperlukan untuk memperkuat kekebalan tubuh di masyarakat.
Keempat, sistem perawatan. Sebanyak lima rumah sakit telah disiapkan untuk rujukan pelayanan kesehatan KTT G20.
Di antaranya, RSUP Sanglah, RSUD Bali Mandara, RS Siloam, RS BIMC Nusa Dua, dan RS Universitas Udayana.
Selain rumah sakit rujukan, juga disiapkan fasilitas kesehatan di setiap hotel yang dijadikan lokasi pertemuan G20.