JurnalNusantara - Presiden Jokowi memberi sinyal mendukung prabowo menjadi presiden berikutnya. Pernyataannya soal jatah Prabowo presiden berikutnya menjadi perhatian para politisi.
Dari pernyataan yang bergulir itu muncul spekulasi pasangan yang akan diusung PDIP nantinya adalah Prabowo-Ganjar.
Megawati dengan PDIP-nya selama ini mencoba untuk mendongkrak elektabilitas Puan Maharani. Akan tetapi sampai saat ini popularitasnya masih kalah oleh Prabowo dan Ganjar. PDIP juga berpikir logis sepertinya bakal mengusung Prabowo atau pun Ganjar.
Pegiat media sosial Rudi Valinka bilang, jikalau nanti PDIP menggunakan Prabowo sebagai Capres dan Ganjar Cawapres, maka PDIP akan memastikan nanti Ganjar tidak jadi ban serep saja.
Menurut Rudi Valinka semua bisa dilihat kembali dalam perjanjian batu tulis. Isi perjanjian itu ada klausul tentang kekuasaan kekuasaan.
"Silahkan baca lagi 7 butir perjanjian Batu Tulis.. Ganjar sebagai Wapres akan diberikan kewenangan penuhkan beberapa Menko/menteri2nya," tulis Rudi dikutip dari Twitter @kurawa, Kamis (10/11/2022).
Rudi mengatakan jika nanti Prabowo-Ganjar jadi disusung, akan ada pembagian jatah di kabinet.
"Power sharing akan Prabowo Ganjar dan Ganjar kemungkinan akan mengambil alih bidang ekonomi sedangkan Prabowo akan mengambil bagian dari Polhukam. Jokowi dalangnya mempersiapkan segala sesuatunya dengan terinci," jelasnya.
Baca Juga: Klimaks HUT Partai Nasdem ke-11, Anies Baswedan akan Sampaikan Pidato Politik
Rudi bagaimana nasib Puan, kepemimpinan Puan akan jadi Ketua Umum PDIP bersama Megawati Soekarnoputri.
"Puan tidak akan bisa berbuat apa2 di 2024 nanti karena citra dan pandangan publik terhadap beliau masih agak negatif karena lingkarannya tidak mampu menjadikan beliau sebagai wanita pekerja buat bangsa. Cukup menjadi ketum PDIP di Munas PDIP 2024 adalah jabatan ideologis Puan," tulis Rudi.*