nasional

Jokowi Beri Sinyal, Muncul Spekulasi PDIP Usung Prabowo-Ganjar

Kamis, 10 November 2022 | 14:00 WIB
Usung Prabowo Ganjar, Megawati Tak Mau Orangnya Cuma Ban Serep, Nasib Puan Paling Pas Posisi Ini (BPMI Setpres/Laily Rachev)

JurnalNusantara - Presiden Jokowi memberi sinyal mendukung prabowo menjadi presiden berikutnya. Pernyataannya soal jatah Prabowo presiden berikutnya menjadi perhatian para politisi.

Dari pernyataan yang bergulir itu muncul spekulasi pasangan yang akan diusung PDIP nantinya adalah Prabowo-Ganjar.

Megawati dengan PDIP-nya selama ini mencoba untuk mendongkrak elektabilitas Puan Maharani. Akan tetapi sampai saat ini popularitasnya masih kalah oleh Prabowo dan Ganjar. PDIP juga berpikir logis sepertinya bakal mengusung Prabowo atau pun Ganjar.

Pegiat media sosial Rudi Valinka bilang, jikalau nanti PDIP menggunakan Prabowo sebagai Capres dan Ganjar Cawapres, maka PDIP akan memastikan nanti Ganjar tidak jadi ban serep saja.

Menurut Rudi Valinka semua bisa dilihat kembali dalam perjanjian batu tulis. Isi perjanjian itu ada klausul tentang kekuasaan kekuasaan.

"Silahkan baca lagi 7 butir perjanjian Batu Tulis.. Ganjar sebagai Wapres akan diberikan kewenangan penuhkan beberapa Menko/menteri2nya," tulis Rudi dikutip dari Twitter @kurawa, Kamis (10/11/2022).

Baca Juga: Anies Baswedan Akan Sampaikan Pidato Politik Kebangsaan Pada Puncak HUT Nasdem Besok, Momentum Hari Pahlawan

Rudi mengatakan jika nanti Prabowo-Ganjar jadi disusung, akan ada pembagian jatah di kabinet.

"Power sharing akan Prabowo Ganjar dan Ganjar kemungkinan akan mengambil alih bidang ekonomi sedangkan Prabowo akan mengambil bagian dari Polhukam. Jokowi dalangnya mempersiapkan segala sesuatunya dengan terinci," jelasnya.

Baca Juga: Klimaks HUT Partai Nasdem ke-11, Anies Baswedan akan Sampaikan Pidato Politik

Rudi bagaimana nasib Puan, kepemimpinan Puan akan jadi Ketua Umum PDIP bersama Megawati Soekarnoputri.

"Puan tidak akan bisa berbuat apa2 di 2024 nanti karena citra dan pandangan publik terhadap beliau masih agak negatif karena lingkarannya tidak mampu menjadikan beliau sebagai wanita pekerja buat bangsa. Cukup menjadi ketum PDIP di Munas PDIP 2024 adalah jabatan ideologis Puan," tulis Rudi.*

Tags

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB