nasional

Duka Menyelimuti Negeri Ginseng, Kepala Kepolisian Korsel Sampaikan Permohonan Maaf Atas Tragedi Itaewon

Kamis, 3 November 2022 | 10:34 WIB
Kepala Kepolisian Korea Selatan ungkap permintaan maaf atas tragedi Halloween Itaewon (dok, Kolase Image/Twitter)

JournalNusantara.com - Tragedi kemanusiaan berskala dunia terjadi lagi di Korea Selatan, sedikitnya 155 orang tewas pada peristiwa Perayaan Pesta Halloween tersebut.

Komisaris Jenderal Yoon Hee-keun selaku Kepala Kepolisian Nasional Korea Selatan meminta maaf atas tragedi pesta Halloween di Itaewon, Seoul, pada Sabtu (29/10/2022) yang menewaskan ratusan orang.

Yoon Hee-keun mengakui bahwa pada saat itu adanya kekurangan anggota/petugas dalam pengendalian massa di Itaewon. Dia juga langsung membungkuk di depan wartawan dan meminta maaf atas insiden tersebut.

“Saya sangat bertanggung jawab untuk keselamatan publik dan bahwa pengendalian massa pada malam itu tidak memadai,” katanya seperti yang dikutip dari Korea JoongAng Daily, Rabu (2/11/2022).

ia juga menambahkan bahwa telah ada beberapa panggilan ke hotline darurat negara itu sebelum kecelakaan maut terjadi di jalan-jalan ketat Itaewon.

Diketahui bahwa acara tersebut tidak terdaftar secara resmi dengan penyelenggara yang ditunjuk, baik polisi maupun pihak berwenang setempat karena itu tidak ditugaskan untuk mengelola kerumunan terlebih dahulu seperti biasanya.

Tetapi saat ini dia telah membentuk gugus tugas beranggotakan 475 orang untuk menyelidiki bagaimana dan penyebab tragedi itu terjadi.

Karena Peristiwa kecelakaan ini memakan banyak korban, Presiden Korea Menuntut Tindakan Segera.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol menyatakan masa berkabung selama seminggu lalu mengunjungi lokasi peringatan untuk para korban pada hari Selasa (1/11).

"Kita harus datang dengan langkah-langkah keamanan konkret untuk mengelola kerumunan, tidak hanya di jalan-jalan ini, di mana bencana besar ini terjadi, tetapi di tempat-tempat lain seperti stadion dan tempat konser di mana banyak orang berkumpul," katanya pada rapat kabinet.

Presiden Yoon juga menggambarkan keselamatan orang sebagai hal "penting, apakah ada penyelenggara acara atau tidak."

Dia menyerukan negara untuk mengembangkan "kemampuan digital mutakhir" untuk meningkatkan manajemen kerumunan, meskipun para kritikus berpendapat alat seperti itu sudah ada tetapi tidak digunakan di Itaewon.

Pada hari Senin (31/10), Perdana Menteri Han Duck-soo mengatakan pemerintah akan segera menyelidiki secara menyeluruh penyebab terjadinya tragedi mengerikan itu. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah insiden serupa agar tidak terjadi lagi di masa depan. *** (Adinda Indah Nur Utami)

 

Tags

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB