JournalNusantara.com - Pondok Pesantren Al-Jaytun di Kabupaten Indramayu Jawa Barat memang kerap diberitakan dengan hal-hal kontroversial. Beberapa waktu lalu sempat viral terkait perempuan yang boleh sejajar berjamaah ketika shalat dengan laki-laki di dalam mesjid.
Lantas lantunan salam ala kaum Yahudi sempat pula dikumandangkan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang. Berikutnya muncul isu baru mengenai dibolehkannya berzina. Tentu saja ini sangat mengherankan dan memunculkan polemik di tengah masyarakat, terlebih bagi alumni Al-Zaytun sendiri.
Hal ini seperti yang terjadi baru-baru ini, yakni tentang isu dibolehkannya berzina asal memiliki banyak uang untuk penebusan dosa. Isu ini sempat menjadi trending topik di media-media mainstream.
Baca Juga: Waduh...Polri Tercoreng Lagi Gegara Oknum Kompol Minta Jatah Terus, Bawahan Pusing Langsung Lapor
Dalam salahsatu unggahan akun @tvOneNews dituliskan bahwa Majelis Ulama Indonesia dengan tegas menyatakan jika Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun terang-terangan telah melawan Tuhan, soal memperbolehkanya berzina asal memiliki banyak uang untuk melakukan penebusan dosa, yang kini ramai di media sosial.
"Kalau itu yang dikatakan, itu menyalahin Al-Quran, menantang Tuhan, dosa besar tidak bisa dibayar dengan duit, tapi dengan tobat nasuha," ungkap Yusnar Yusuf, Ketua Majelis Ulama Indonesia kepada tvOnenews, Rabu (7/6/2023).
Pernyataan kontroversi soal diperbolehkannya berzina tersebut diungkapkan Herri Pas terkait sejumlah penyimpangan di Pondok pesantren Al-zaitun, Indramayu, Jawa Barat, dalam sebuah podcast di kanal Youtubenya.
Alhasil, ragam komentarpun muncul dan membanjiri akun @tvOneNews tersebut, seperti komentar akun @elfth: "MUI lambat banget sih, apa karena dekengan ponpes sesat itu jadi alasan? Dari kemaren² harusnya udah ada tindakan. Hadeehh.." cuitnya dengan nada menyesalkan, lantas akun @@teguhs1: "w sampai skrg msh nunggu berita Banser geruduk ponpes Al-Zaitun. Tapi sepertinya ga bakal terjadi...Menag nya aja sampai skrg tdk melakukan tindakan apa2.." tulisnya tegas.
Baca Juga: Tim Bulutangkis Indonesia Ikuti Kejuaraan SIngapore Open 2023
Namun adapula yang bernada membela dan tidak percaya dengan isu tersebut. Seperti komentar akun @nengnauraa: "Ngarang, mana ada kaya gitu, disana gak pergi ke mesjid pas waktu solat subuh aja di hukum, bisa aja ngerusuh orang lagi mendidik, disana itu yang paling aman dari zina, gedung pembelajaran dipisah, asrama dipisah, anak anak udh diajarin hijab sejak MI masih aja di jelek2 in." keluhnya, dan akun @outwritten: "Saya pernah di Al Zaytun 1.5 tahun (keluar karena gakuat homesick) bisa bersaksi kalau hal ini ga benar. Selama disana aja saya jadi ga berani bicara dan tatap mata sama lawan jenis saking dipisah banget dan terbatas banget interaksinya. Saya angkatan ke 4, masuk tahun 2002." jelasnya.
Hingga saat ini setidaknya terdapat respon dari warganet terkait unggahan akun ini adalah 638 etweets, 219 Quotes, 2,640 Likes, 92 Bookmarks, dan 414 komentar. ***
Sumber: Twitter