nasional

Mabes Polri Amankan 22 Orang KKB dan Tetapkan 1 Tersangka Inisial AS atas Kasus Penembakan Anggota Brimob

Selasa, 23 Mei 2023 | 13:42 WIB
Satgas Damai Cartenz saat mengamankam barang bukti dari kelompok kriminal bersenjata. (Istimewa)

JournalNusantara.com - Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri) telah menetapkan seorang tersangka anggota KKB Papua yang berinisial AS (25).

Seperti yang dilansir JawaPos.com, penetapannya AS diduga terlibat dalam kasus penembakan yang menewaskan Bripda GAP dan melukai dua anggota Brimob lainnya pada 30 November 2022 lalu.

Diketahui sebelumnya, Bripda GAP merupakan anggota polisi dari satuan Brimob Polda Lampung yang tergabung dalam Satgas Preventif Operasi Damai Cartenz (SPODC) di Kabupaten Yahukimo.

Baca Juga: Kapolda Jabar Gelar Silaturahim Bersama Forkopimda Cimahi dan KBB

“AS ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut dan dilakukan penahanan untuk proses lebih lanjut,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, di Jakarta, Minggu (21/5).

Ramadhan menambahkan, selain AS, terdapat 22 orang yang ditangkap Polres Yahukimo dan Satgas Gakkum Damai Cartenz dalam penggerebekan di sebuah rumah.

Polisi mencurigai rumah itu sebagai tempat penganiayaan pada Selasa (16/5), di Kabupaten Yahukimo. “Telah diamankan sebanyak 22 orang di Polres Yahukimo,” ujarnya seperti dikutip Jawa Pos Group, Selasa (23/5).

Baca Juga: Puteri Indonesia 2023 Diminta Gaungkan Promosi Pariwisata dan Bonus Demografi

“Ditemukan bahwa salah satu dari orang yang diamankan atas nama AS umur 25 tahun yang terlibat dalam aksi penembakan terhadap anggota Satgas Preventif Operasi Damai Cartenz,” ungkap Ramadhan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi menemukan fakta bahwa AS bergabung dengan kelompok kriminal bersenjata pimpinan KTH sejak tahun 2021.

“Pada tahun 2021, AS membeli senjata api dari Saudara H dengan menukarnya dengan emas 20 gram, yang kemudian senjata tersebut diserahkan kepada KTH pada 3 Maret 2022,” ungkapnya.

Baca Juga: Dikhawatirkan Minim Partisipasi, Dari Target 900 Bacaleg Cianjur Hanya 785 Yang Terdata Dalam DCS

Dalam penyelidikan, terungkap bahwa penembakan terhadap anggota Brimob tersebut dilakukan dengan menggunakan sepucuk senjata api rakitan laras pendek, sepucuk jenis senjata jenis mauser, tiga pucuk senjata api jenis double loop, empat buah parang, dan tiga buah panah.

“Aksi penembakan bertujuan untuk mengambil senjata api yang dipegang oleh anggota Brimob yang ditembak,” tutup Ramadhan.

Tags

Terkini