JournalNusantara.com - Beras pandanwangi merupakan salahsatu varietas beras yang hanya tumbuh subur didaerah khusus di Cianjur. Rasa yang pulen dan berbau wangi menjadikan beras pandanwangi terkenal sampai mancanegara. Dipasaran beras pandanwangi dibandrol dengan harga hampir Rp. 25.000/kg.
Usia tanam yang panjang menjadikan padi pandanwangi mendapat perhatian khusus dari pemerintah termasuk Masyarakat Pelestari Padi Pandanwangi Cianjur (MP3C).
Baca Juga: Ciptakan Generasi Madani Yayasan Qurrota A'yun Cilaku Akan Bangun Boarding School
Salahsatu tujuan MP3C adalah melakukan riset dan kajian serta verifikasi calon penjual beras pandanwangi, dimana tidak sembarangan pihak yang bisa menjual beras super tersebut.
Menurut Ketua Masyarakat Pelestari Padi Pandanwangi Cianjur (MP3C) Ahmad Nur Rizal Paris kepada JournalNusantara.com mengungkapkan “Pelestarian padi pandanwangi yang menjadi ciri khas Cianjur merupakan tanggungjwab bersama khususnya Pemerintah Kabupaten Cianjur, jangan sampai beras pandanwangi terkenal sampai mancanegara tetapi kita sendiri belum tahu bentuk dan rasanya”.
“Pejabat pemerintah setidaknya setiap bulan sekali belanja beras pandanwangi minimal 5 Kg untuk dikonsumsi di rumah atau jadi pajangan di ruang kerja supaya menjadi sarana promosi dan bentuk kebanggan sebagai orang Cianjur yang mencintai daerah”. Tutur nya.
“Saat ini MP3C bersama tokoh HKTI Cianjur yang juga pelestari beras pandanwangi H. Naswari terus melakukan riset penanaman padi pandanwangi bersama para petani”.
Baca Juga: FKDM Gelar Kegiatan Antisipasi dan Deteksi Dini Kerawanan Pemilu serta Pilkada Serentak Tahun 2024
Bahkan Ahmad Rizal Paris yang juga Wakil Dekan Fakultas Universitas Suryakancana (Unsur) menyatakan fakultas Pertanian Universitas Suryakancana sangat concern dalam pengembangan dan budidaya beras pandanwangi. Harapan terbesarnya Pandanwangi harus menjadi tuan rumah di kabupaten Cianjur sendiri.*