Journalnusantara.com, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyampaikan pentingnya kedamaian berbangsa, khususnya di tahun politik, jelang Pemilu 2024, pada Rabu (22/03/2023).
"Saya menghadiri undangan Simposium Nasional yang digelar oleh Pimpinan Pusat Baitul Muslimin Indonesia DPP PDI Perjuangan, yang bertemakan Kedamaian Berbangsa Menuju Pemilu 2024 Tanpa Politisasi Agama," kata Mahfud dilansir dari akun media sosial pribadinya.
Baca Juga: KPK dan TNI AL Teken Kerjasama Peresmian Rumah Tahanan
Mahfud MD menyampaikan bahwa hubungan antar ummat beragama dalam menyelenggarakan negara bukan untuk mempertentangkan aqidah, tetapi mensinergikan "kalimatun sawa" yang kemudian dirajut dalam pluralisme, inklusivisme, dan kosmopolitanisme.
"Bolehkah menggunakan rumah ibadah sebagai tempat kegiatan politik? Saya jawab boleh, asalkan bukan politik praktis, melainkan politik inspiratif," kata Mahfud MD menerangkan.
Menurutnya, politik tinggi (high politics) atau politik inspiratif boleh dilakukan di tempat ibadah seperti pendidikan bernegara yang adil dan demokratis dalam kerangka sidiq, amanah, tabligh, fathanah.
Baca Juga: Sarana Kreasi Generasi Muda Papua
"Tetapi politik rendah praktis (low politics) janganlah dilakukan di tempat ibadah atau sekolah. Politik praktis itu misalnya kampanye tentang parpol dan nama calon dalam pemilu," tandasnya.