“Kami bangga dapat memberikan sumbangsih dibidang biotech genetic untuk mendukung akselerasi pertumbuhan industri genomik di Indonesia dan secara aktif melakukan kerjasama baik itu bidang riset maupun komsersial lainnya,” ujar Vichi Lestari.
Sebagai informasi, Henindo berdiri pada tahun 1996 sebagai perusahaan teknologi dan distributor alat kesehatan dan farmasi terkemuka di Indonesia. Saat ini Henindo telah bekerjasama dengan lebih dari 50 rumah sakit dan ratusan mitra distributor alat kesehatan dan farmasi di Indonesia.
Henindo juga dipercaya oleh para pelaku industri teknologi mancanegara untuk menjadi prinsipal dan distributor alat-alat teknologi di bidang engineering yang kemudian mendiversifikasi usahanya ke bidang kesehatan.
Baca Juga: LGBT : Perspektif Islam dan Kesehatan
Sementara itu, Regene adalah perusahaan start-up Indonesia di bidang biotech genetic yang didirikan oleh Vichi Lestari dan Desmond Previn yang memiliki end-to-end platform mulai dari laboratorium genetika berteknologi genotyping dan sequencing, therapeutic center berbasis genetika, traning center untuk praktisi genomik, serta tim riset dan teknologi yang berpengalaman.
Dalam proses pengetesan DNA, laboratorium Regene menerapkan standar internasional dan Polyenic Risk Score (PRS) untuk menghasilkan call-rate diatas 0,99 dan tingkat keakurasian deteksi genetika lebih dari 99%.