"Di dalam buku-buku yang dikirimkan, sudah dilengkapi dengan pedoman pemanfaatan buku tersebut, sehingga diharapkan nanti akan mempermudah para guru, kepala sekolah, dan murid untuk memanfaatkan buku-buku tersebut," katanya.
Melalui kolaborasi yang semakin kuat, Hafidz berharap makin banyak anak Indonesia memiliki akses terhadap bacaan bermutu sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, berkarakter, dan siap memajukan bangsa.
"Langkah kita bersama ini menjadi pendorong agar buku bacaan bermutu yang didistribusikan bermanfaat dengan maksimal. Semoga yang kita lakukan dapat menghasilkan murid-murid yang cerdas, kritis, dan berkarakter guna mendukung kemajuan bangsa Indonesia," ujarnya.
Hingga 2026, Kemendikdasmen telah mendistribusikan lebih dari 42 juta eksemplar buku bacaan bermutu kepada anak-anak Indonesia. Upaya tersebut juga didukung hasil kajian Pusat Standar Kebijakan Pendidikan (PSKP) tahun 2025 yang menunjukkan sekolah penerima bantuan buku mengalami peningkatan capaian literasi lebih baik dibandingkan sekolah pembanding.