nasional

Jadwal Sidang Isbat Idul Fitri Digelar 19 Maret 2026, Pemerintah dan Muhammadiyah Berpotensi Berbeda

Selasa, 10 Maret 2026 | 19:24 WIB
ilustrasi pengamatan Hilal. Simak jadwal sidang isbat penentuan awal Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran Idul Fitri 2026 yang digelar 19 Maret mendatang.

JOURNAL NUSANTARA - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) memberikan sinyal mengenai potensi terjadinya perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 Masehi di Indonesia.

Prediksi ini muncul menyusul adanya perbedaan kriteria perhitungan antara pemerintah dengan PP Muhammadiyah yang telah merilis jadwal lebih awal.

Direktur Urusan Agama Islam Kemenag, Arsad Hidayat, mengungkapkan bahwa berdasarkan data hisab, posisi hilal pada pengujung Ramadan tahun ini diprediksi belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Baca Juga: 19 Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 Terbaik, Cocok Dibagikan di Media Sosial

Meskipun di beberapa titik seperti Aceh ketinggian hilal terpantau cukup baik, namun variabel elongasi (jarak sudut bulan-matahari) dinilai masih di bawah standar minimal.

"Jadi kalau berdasarkan hitungan hisab, untuk ketinggian itu 0 sampai 3 derajat, tertinggi itu ada di Aceh ya. Kemudian untuk elongasi 4 sampai 6 derajat. Di ketinggian mungkin memenuhi tapi dari sudut elongasi itu masih kurang," kata Arsad.

Sebagai catatan, kriteria MABIMS mensyaratkan hilal dapat terlihat (imkanur rukyat) jika posisinya mencapai ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

Dasar Penetapan Syawal oleh Muhammadiyah

Di sisi lain, PP Muhammadiyah telah memantapkan keputusan terkait 1 Syawal 1447 H melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/2025. Organisasi ini menggunakan metode Parameter Kalender Global (PKG).

Baca Juga: Hasil Persib vs Persik 3-0: Bojan Hodak Soroti Konsentrasi Pemain Jelang Lawan Borneo FC

Berdasarkan perhitungan Muhammadiyah, pada saat matahari terbenam di hari ijtimak (19 Maret 2026), sudah terdapat wilayah di bagian bumi lain yang memenuhi kriteria ketinggian bulan di atas 5 derajat dan elongasi di atas 8 derajat, sehingga bagi mereka bulan baru telah masuk.

Keputusan Akhir di Sidang Isbat

Walaupun data ilmiah saat ini menunjukkan potensi hilal sulit diamati, Arsad menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mendahului takdir. Keputusan final tetap akan diambil melalui Sidang Isbat yang dijadwalkan pada 19 Maret 2026.

"Kalau berdasarkan kriteria visibilitas hilal MABIMS, masih tidak mungkin untuk bisa dilihat, tapi keputusan akhir tetap nanti kita menunggu hasil sidang isbat yang akan dilaksanakan 19 Maret," pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini