nasional

Dedi Mulyadi adalah Kita, Pemimpin Regional Bercitarasa Global

Jumat, 11 April 2025 | 14:35 WIB
Foto : Ridwan Mubarak, Penulis saat ini bergiat di FDK UIN SGD Bandung, YPSC Unsur Cianjur dan Direktur Cianjur Institute Foundations.

Opini/ JournalNusantara.com - Kang Dedi Mulyadi atau akrab dipanggil KDM, saat ini adalah sosok fenomenal di ruang sosial yang kerap menjadi trending topik diberbagai aplikasi jejaring sosial dan media mainstream. Channel youtube KDM dengan nama "Kang Dedi Mulyadi" hingga tulisan ini dipublish jumlah subscribernya mencapai lebih kurang 6,42 juta dan 4,2 ribu video yang sudah terupload.

KDM kini bukan lagi sosok pemimpin regional dengan karakter kearifan lokalnya yang lekat, namun media sosial telah sukses menjadikan KDM bertransformasi menjadi pemimpin global dengan citarasa lokal khas Sunda Jawa Barat.

Baca Juga: Beasiswa Membangun Desa dan Tikar yang Belum Dibentang

Rekam jejak KDM sebagai politisi tak perlu diragukan lagi. Kiprah politiknya di DPRD Purwakarta selama dua periode, wakil bupati 1 periode dan Bupati Purwakarta 2 periode cukup menjadi bekal mumpuni KDM melangkah menjadi kontestan pada kontestasi elektoral Pilkada Jabar 2024 lalu.

Penulis : Ridwan Mubarak, Penulis saat ini bergiat di FDK UIN SGD Bandung, YPSC Unsur Cianjur dan Direktur Cianjur Institute Foundations.

Pasangan calon nomor urut 4, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan, memperoleh suara terbanyak dengan total 14.130.192 suara atau 62,22% dari suara sah, hampir di seluruh daerah di Jawa Barat pasangan Dedi-Erwan menang telak.

Kemenangan KDM di Pilkada Jabar menjadi bukti sekaligus fakta politik bahwa KDM adalah sosok istimewa dan "pilih tanding". Hal ini dapat dipahami karena investasi sosial KDM di tengah masyarakat sudah berjalan sejak beberapa tahun silam. Ia larut dalam aktivitas masyarakat kecil, iapun terjun langsung mengurai sengkarut permasalahan rakyat yang sulit dituntaskan dengan gaya-gaya borkratis nan formal, Dedi Mulyadi hadir dalam kegelisahan dan kepapaaan masyarakat akar rumput yang miskin, tertinggal dan terbelakang.

KDM dalam aktivitas kesehariannya tidak pernah membuat jarak dengan masyarakat marginal, bahkan ia turut ambil bagian menjadi "problem solver" atas setiap permasalahan yang ada. Melalui konten-kontennya di channel youtube, kita bisa turut merasakan bagaimana KDM membantu berbagai macam permasalahan dengan pendekatan partisipatif. Penonton akan larut secara emosional ketika menyaksikan dengan seksama bagaimana KDM membantu warganya, sehingga tak terasa air matapun menetes melihat sepak terjang "bapak Aing" yang satu ini.

Baca Juga: Bedah Buku K.H. Ahmad Muhtadi: Seruan Pelestarian Nilai Perjuangan dan Keilmuan

KDM, sosok yang memang istimewa dengan segala kelebihan dan kekurangannya sebagai manusia biasa. Namun lagi-lagi, kita akan dibuat terperangah ketia ia tak sungkan untuk menceburkan diri ke dalam sungai kotor, bau dan penuh sampah. Iapun tak segan untuk masuk ke dalam gorong-gorong bau, gelap dan pengap hanya untuk membantu lancarnya saluran drainase warga, dan KDM Pun tak takut berhadapan dengan gerombolan preman demi menertibkan tambang-tambang liar yang merusak ekosistem lingkungan.

Suka ataupun tidak, kawan ataupun lawan politik, dengan segala kesadaran kita sebagai mahluk sosial, haruslah mengakui bahwa KDM kini tengah menawarkan gaya kepemimpinannya yang unik yang berbeda dengan kebanyakan pemimpin di negeri ini. Pola-pola kepemimpinan yang birokratis, normatf, formalistik dan kaku diterabas dan dan ditebas habis oleh KDM.

Ia pintar mengkritisi beragam hal, pun sekaligus mampu memberikan solusi atas beragam hal tersebut. Ia menjadi pribadi tegas dan bahkan keras terhadap setiap pelanggar dan pembuat onar, namun iapun sekaligus menjadi pribadi yang lemah lembut penuh kasih sayang kepada masyarakat miskin yang terdzalimi.

KDM adalah kita, KDM adalah perwujudan masyarakat kecil yang sukses dengan cita-citanya, KDM merupakan pribadi yang ikonik untuk rakyat Jabar. Ia adalah representasi kepemimpinan "Sunda Kiwari" dengan segala pemahamannya tentang kearifan lokal kesundaan yang komprehensif.

Dalam salahsatu tayangannnya di Youtube, KDM pernah berujar bahwa jika manusia ingin mulia maka harus memahami dua kata "Maung" dan "Kujang". Maung adalah akronim dari manusa (manusia) unggul dan kujang berarti kukuh kana jangji (konsisten pada komitmen/ janji). Manusia akan menjadi unggul dan paripurna ketika ia menepati janjinya kepada sesama manusia, kepada alam raya, dan kepada Tuhan yang Maha Esa.

Halaman:

Tags

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB