Journalnusantara.com, Jakarta - Apabila hanya melihat dalam perspektif anggaran pemerintah memang tampak seolah - olah kegiatan perjalanan dinas ASN dan acara - acara Pemerintah/ Pemerintah Daerah di hotel - hotel itu adalah pemborosan anggaran, sehingga muncul kebijakan pemangkasan anggaran.
Akan tetapi bila melihat secara lebih luas, maka kegiatan perjalanan ASN di dalam negeri dan kegiatan / acara Pemerintah Pusat Dan Daerah di hotel - hotel bisa dipandang sebagai stimulus ekonomi yang bisa meningkatkan daya beli dan pertumbuhan ekonomi.
Setiap pengeluaran anggaran pemerintah yang bermuara pada belanja pada usaha - usaha swasta memiliki multiplier effects ekonomi yang luas.
Salah satunya adalah menjaga perkembangan usaha swasta dan daya beli masyarakat.
Bila dunia usaha tetap berkembang maka ia akan bisa menyerap lapangan kerja, dan lebih jauh bisa menghidupi banyak keluarga dan menghidupkan daya beli masyarakat.
Bila ada daya beli masyarakat maka akan berefek pada perputaran ekonomi di tengah masyarakat.
Bahwa sesungguhnya belanja - belanja pemerintah melalui kegiatan perjalanan dinas dalam negeri dan kegiatan di luar gedung pemerintah bisa menjadi subsidi secara tidak langsung dan stimulan ekonomi masyarakat.
Bila bicara pemborosan, di dalam bansos langsung (termasuk subsidi dan makan bergizi gratis) pemerintah adalah pemborosan yang luar biasa besarnya.
Karena faktanya dalam bansos tersebut terdapat banyak pengeluaran negara melaui bansos yang tidak tepat sasaran.
Jangan sampai terjadi, memangkas anggaran di sejumlah pos pos tertentu yang dianggap tidak produktif dan pemborosan, tetapi dialihkan pada pos pos lain yang lebih boros pula.