JournalNusantara.com - Ada-ada saja tingkah bertetangga di Republik ini, masalah sekecil dan sebesar apapun dapat dijadikan alasan untuk saling berseteru sayu dengan yang lainnya. Padahal, tetangga merupakan orang yang paling dekat dengan kita ketika berbicara jarak meskipun tidak satu nasab.
Namun tidak dengan postingan di linimasa berikut. Karena membakar sampah sembarangan, kedua tetangga ini saling baku hantam. Sampah yang dibakar memang sangat mengganggu dan menyebabkan polusi udara bagi lingkungan sekitar.
Hal ini seperti yang diposting oleh akun @langitan99 dengan narasi "Perseteruan dua tetangga... Yg di sebabkan asap pembakaran sampah.." yang kini menjadi viral di linimasa Twitter.
Ragam komentarpun menyemarakan akun pemosting dengan baragam nada dan tendensi. Seperti halnya komentar adari akun @Alaydrusfirdah: "Kalo di info depok, postingan kaya gini isi komennya orang yg pemikirannya kampungan semua wkwk "kalo gamau ada yg nabun tinggal di komplek aja" "yaelah asep dikit aja ribet" "padahal apinya kecil, ga bakal ngebakar rumahnya bu." tulisnya. Lantas komentar dari akun @wrahardian2: "Saya sangat setuju jika para pembakar sampah rumah tangga dan sampah pemulung segera ditangkap krn membuat polusi yg parah di Jakarta dan didaerah lain ditengah cuaca panas ekstreem spt sekarang ini." ungkapnya. Lanjut dengan komentar dari akun @luminousmatthew: "Saya juga marah kalau ada tetangga yang sembarangan bakar sampah, bikin bau, sesak, kenapa ga dijadiin kompos saja, dipendem, bikin biopori atau yg lain .. haduh, sudah udara ga seger ditambah tetangga yg begini.. memang patut digaplok tuh bapak." tegasnya.
Berikutnya masih dengan nada yang sama dituliskan oleh Wayan Suartana melalui akun @Su94043497Wayan: "Kita sering menjauh dan juga menghindar dari orang orang yg kurang berpendidikan.. tetapi di real nya orang orang spt ini terlalu sering berbuat dan melakukan hal yg menurutkan isi otaknya, ya kita juga gak bisa nahan diri lagi.. wtf terjun juga.." ungkapnya, pamungkas komentar dikemukakan oleh akun @kluxkluk: "gw tgl di cluster daerah ragunan, kebetulan tembok komplek sebelah nya perkampungan, kalau hari libur sll muter keliling kampung ngobrol biar kenal, begitu mrk bakar sampah & asap nya msk ke komplek, kita datangi & bicara baik, Alhamdulillah mrk mengerti , yg penting komunikasi." pungkasnya. ***
Sumber: Twitter