nasional

KKB Papua Gunakan Senjata Produk PINDAD Bandung, Kok Bisa ?

Rabu, 24 April 2024 | 09:33 WIB
Nampak sekelompok KKB Papua berfose menenteng senjata yang diproduksi oleh Pindad Bandung dan Rusia. Menjadi pertanyaan besar bangsa ini, kok bisa mereka memperoleh senjata serbu otomatis tersebut, bagaimana caranya ?

JournalNusantara.com - Viral di linimasa Twitter gambar deretan yang diduga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua sedang menenteng senjata laras panjang buatan Pindad dan Rusia.

Postingan Random World War dengan nama akun @RandomWorldWar menuliskan narasi "Kelompok separatis/teroris OPM dengan senapan serbu Pindad SS2 V1 buatan Indonesia dan Kalashnikov AK-101 buatan Rusia, keduanya menggunakan peluru kaliber 5.56x45mm NATO, ada dua dari mereka juga membawa parang dan snub nose revolver pistol. Dua senapan serbu ini bisa didapatkan dengan dua cara, yaitu membelinya dari oknum TNI/Polri, atau merampasnya, mencurinya, dari personel yang mereka sergap di area konflik, kemungkinan terakhir ini yang paling besar." tulisnya gamblang di unggahan foto tersebut.

Warganetpun geram dan turut mengomentari unggahan tersebut, diantaranya BERANDAL LOKAJAYA pemilik akun @RhezaMuh: "kok bisa ya ada oknum yg jual amunisi ke KKB ? padahal itu mengancam nyawa dia dan rekan2 nya." tulisnya dengan nada heran. Dilanjutkan komentar akun Ayah Kucing @TaryokoL: "yang selalu mengganggu benak saya.. kemampuan mereka ini, apakah bisa mengimbangi pasukan khusus kita ? Kemampuan mereka yang hebat, atau kemampuan pasukan kita yang rendah ? Kalau misal 6 orang ini fight head to head dengan 6 orang kopasus dengan senjata yang sama, di hutan yang sama, kira kira siapa yang akan survive ? (hutannya di papua)." cuitnya. 

Lantas simak juga cuitan akun @DeCryptonian: "Pemerintah gak mau berinovasi dan puter otak, dalam serbuan ke titik OPM usahakan buang aja senjata macet yg sudah dikasih GPS dan tinggalkan, biar OPM yg mengambilnya, setelah diambil OPM tinggal lacak dimana senjata itu dibawa lalu kirim drone kalo posisi OK tinggal hantam." tuturnya, selanjutnya komentar akun Andi Hack dengan nama akun @Andihack88: "Kalau lihat foto ini jadi ingat masa2 merantau di Wamena 2010-2017 lalu. Sempat jadi kuli ngerjain proyek drainase sama box culvert di pedalaman , jadi kenek truk barang rute Kota Wamena-Mulia, Puncak Jaya. Smpai jadi konsultan pengawas lapangan. Ketemu org2 kek di foto udah..." tulisnya pula. ***

Sumber: Twitter

Terkini