JournalNusantara.com - Pupuk organik dipercaya mampu mengembalikan kadar tanah yang terdampak pupuk kimia termasuk bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Anggota Legislatif Memiliki Tanggung Jawab Bersama Pemerintah Daerah Meningkatkan Raport IPM Cianjur
Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi tanah.
Menurut mantan Anggota DPRD Cianjur dari Partai Gerinda, YB Satrio mengungkapkan bahwa pupuk organik bisa menjadi pilihan bila terjadi kelangkaan pupuk.
"Saat terjadi keterlambatan pupuk urea, Pupuk organik bisa menjadi pilihan petani". Ujar Satrio kepada JournalNusantara,com, Kamis (21/12/2023).
Baca Juga: 13 Tahun GMRI Diharap Melahirkan Pemikiran Genial Dari Negarawan Untuk Bangsa dan Negara Indonesia
"Pupuk organik selain memperbaiki unsur hara tanah juga bisa meningkatkan hasil panen". Ujar Satrio yang saat ini fokus menjadi pengusaha pupuk organik cair.
"Menurut hasil survey lapangan, pemakaian pupuk kimia secara berlebihan sangat berpengaruh terhadap hasil panen dan kualitas buah". Tegas Satrio.
Baca Juga: Selera Humor Zulkifli Hasan Yang Norak Melukai Hati Umat Islam
"Saya berharap kedepan pemerintah mengintruksikan para Gapoktan di setiap desa untuk membuat demplot pupuk organik sebagai pembanding sejauhmana pengaruh pupuk organik dan kimia dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman". Pungkas Satrio sambil menunjukan pupuk organik tetes Betani yang dipercaya mampu meningkatkan hasil panen dan kesuburan tanah.***