Tips Bagi Para Ayah saat Menggendong Bayi yang Baru Lahir

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Jumat, 11 November 2022 | 19:27 WIB
Artis Ivan Gunawan sedang menggendong bayi yang bukan manusia melainkan boneka (Instagram ivan_gunawan)
Artis Ivan Gunawan sedang menggendong bayi yang bukan manusia melainkan boneka (Instagram ivan_gunawan)

JournalNusantara.com - Peran ayah dalam pengasuhan bayi itu memiliki dampak positif bagi tumbuh kembang bayi di masa yang akan datang.

Yuk simak tips menggendong bayi yang baru lahir dari dr. Abi dalam pembahasan berikut ini.

Dianjurkan untuk para Ayah yang mau menggendong bayinya untuk membiasakan mencuci tangan terlebih dahulu. Tujuannya untuk membersihkan kotoran maupun kuman yang menempel agar si kecil tidak mudah terserang penyakit.

Baca Juga: Minyak Kayu Putih Bisa untuk Lifehack, Simak Yuk Penjelasannya !

Ada tiga posisi yang bisa para ayah lakukan untuk menggendong bayi, diantaranya:

1. Posisi Menimang
Tempatkan satu tangan di leher dan satu tangan di bawah bokong bayi, angkat perlahan lalu bawa kepala si kecil pelan-pelan ke lipatan siku lengan sang ayah.

Posisi ini sangat cocok sekali untuk nidurin si kecil karena bisa sambil di ayun-ayun pelan sambil di ajak ngobrol.

2. Posisi Memeluk
Tempatkan tangan di leher serta bokong bayi, kemudian angkat. Jika posisi tadi di bawa ke arah lipatan siku, untuk posisi sekarang dibawa ke bagian dada.

Pastikan posisi tangan sang ayah tetap menopang leher dan bokong bayi, biar si kecil nyaman dan ayah bisa letakkan kepala di salahsatu bahunya.

Baca Juga: Belajar dari Visi Politik Putin dan Kiai Wahab Chasbullah

Posisi ini basanya digunakan untuk sehabis si kecil menyusu dengan bundanya, dan bisa juga untuk menangani dia kalau lagi rewel.

3. Posisi Gendong Tengkurap
Posisi ini mirip dengan posisi yang pertama, tapi sekarang bayinya tengkurap. Dimulai dari hal yang sama, yaitu dengan menopang leher dan bokong bayi terus di arahkan ke lipatan siku.

Namun, saat posisi itu ayah bisa balikkan posisi tubuh bayi dari telentang menjadi tengkurap. Pastikan posisi kepala tidak terhalang untuk bernafas.

Kalau dirasa masih takut, ayah bisa lakukan cara terkahir ini diatas tempat tidur untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Ikhtiar (Bagian 2230)

Kamis, 4 Juni 2026 | 06:52 WIB

Mutiara Pagi: Ucapan (Bagian 2229)

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:00 WIB

Mutiara Pagi: Diam atau Bersuara (Bagian 2228)

Selasa, 2 Juni 2026 | 07:02 WIB

Mutiara Pagi: Ruang Perjumpaan (Bagian 2227)

Senin, 1 Juni 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan ( Bagian 2226)

Minggu, 31 Mei 2026 | 08:11 WIB

Mutiara Pagi: Logika (Bagian 2225)

Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Simfoni Kerinduan (Bagian 2224)

Jumat, 29 Mei 2026 | 06:30 WIB

Mutiara Pagi: Manusia Paripurna (Bagian 2223)

Kamis, 28 Mei 2026 | 07:17 WIB

Mutiara Pagi: Delapan Benda Langit (Bagian 2221)

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:56 WIB

Mutiara Pagi: Musik dan Kehidupan (Bagian 2220)

Senin, 25 Mei 2026 | 07:45 WIB

Mutiara Pagi: Tangan Langit (Bagian 2219)

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:20 WIB

Mutiara Pagi: Istiqomah Terberat (Bagian 2218)

Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:09 WIB

Mutiara Pagi: Menulis Kisah (Bagian 2216)

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:43 WIB

Mutiara Pagi: Siklus Kehidupan ( Bagian 2215)

Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Mutiara Pagi: Kata-kata Manusia (Bagian 2214)

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:45 WIB

Mutiara Pagi: Kesibukan (Bagian 2212)

Minggu, 17 Mei 2026 | 08:32 WIB
X