JournalNusantara.com - Banyak perempuan yang tidak mengetahui bila melakukan hubungan seksual masih dalam periode menstruasi akan menyebabkan infeksi (keputihan) bahkan yang paling ekstrim adalah adanya gangguan pada kehamilan.
Terjadinya keputihan hingga menyebabkan gangguan kehamilan pada dasarnya disebabkan karena ketidakpahaman perempuan mengenai kesehatan reproduksi, sehingga banyak perempuan yang tidak tahu ataupun tidak peduli bagaimana menjaga kesehatan organ reproduksi (vagina) yang baik dan benar.
“Salah satu penyebab terjadi gangguan kehamilan yaitu karena Infeksi, hal ini diakibatkan ketidakpedulian seseorang pada organ reproduksi yang mengakibatkan keputihan dan lain sebagainya”, tutur Eni Gustina , Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN webinar “Personal Hygiene Kesehatan Reproduksi” yang diselenggarakan secara virtual, kerjasama antara Perempuan Sadar Vagina (PSV) dan BKKBN, belum lama ini.
Baca Juga: Peduli Pelaku Usaha, Zuristyo Adakan Sosialisasi Standarisasi Produk di Belitung dan Belitung Timur
Padahal seharusnya kesehatan reproduksi itu sudah diajarkan sejak usia dini, contoh hal sederhana seperti bagaimana membersihkan organ reproduksi (alat kelamin) yang baik dan benar.
Selain itu, masalah reproduksi yang lain adalah mengenai menstruasi. Banyak perempuan yang belum paham mengenai apa dan bagaimana proses terjadinya haid atau menstruasi ini.
Menstruasi merupakan luka dalam rongga rahim, karena luruhnya rongga rahim akibat tidak terjadinya pembuahan (hasil dari hubungan seksual).
Hal tersebut menyebabkan adanya darah yang keluar dan akan berhenti secara umumnya maksimal pada hari ketujuh terhitung dari hari pertama menstruasi. Ini dikarenakan luka dalam rahim akan sembuh dalam waktu tujuh hari seperti sama halnya luka pada kulit.
Baca Juga: Viral Video Pemukulan Terhadap Mahasiswa oleh Pria Berkemeja Kuning Gunakan Tongkat Baseball
Sayangnya tidak banyak perempuan yang paham mengenai periode menstruasi akan berhenti secara sempurna selama 7 hari penuh.
Oleh karena ketidakpahaman tersebut, banyak perempuan melakukan hubungan seksual dalam periode menstruasi. Melakukan hubungan seksual dengan laki-laki yang tidak diketahui secara pasti kebersihan organ reproduksinya.
Mereka menganggap hal itu tidak masalah karena vagina sudah tidak mengeluarkan darah atau istilah yang biasa dipakai "sudah bersih".
“Kalau misalkan anda itu berhubungan seks belum lewat 7 hari dari mens pertama itu kan luka masih terbuka kalau alat kelaminnya laki-laki kotor itu membawa bakteri, sehingga ada luka ada bakteri pasti akhirnya jadi infeksi”, ucap dr. Hasto Wardoyo kepala BKKBN.
Baca Juga: Biadab, Ulama Cianjur Dianiaya OTK, Dipukul dan Ditendang hingga Terluka
Artikel Terkait
10 Ucapan Selamat Hari Pahlawan 2022, Penuh Semangat Nasionalisme
Beredar Video, Warga Geram Akses Masuk SDN Pondok Cina 1 Tertutup Revitalisasi Trotoar
Lagi-lagi, Galian C Ilegal di Desa Panyusuhan Belum Kantongi Izin Tapi Sudah Beroperasi
Biadab, Ulama Cianjur Dianiaya OTK, Dipukul dan Ditendang hingga Terluka
Presiden Rusia Vladimir Putin Tidak akan Hadir di KTT G20 di Bali, Takut Dibunuh
Viral Video Pemukulan Terhadap Mahasiswa oleh Pria Berkemeja Kuning Gunakan Tongkat Baseball
Terjadi Baku Tembak Tentara Somalia dengan Kelompok Radikal Al Shabab, Akibatnya 20 Orang Tewas
Pentingnya Pertumbuhan Ekonomi, Bang Tyo Ajak Masyarakat Terapkan Standarisasi Produk di Bangka dan Belitung
Daniel Mananta Beserta Istri Kunjungi UAS di Pekanbaru, Berikan Contoh Toleransi Bersih
Peduli Pelaku Usaha, Zuristyo Adakan Sosialisasi Standarisasi Produk di Belitung dan Belitung Timur