Model Sekolah Paseban
Struktur pembelajaran dibuat 30% teori dan 70% proyek komunitas. Siswa wajib mempunyai proyek penanganan air, pangan, atau sampah di desanya.
Peran Kokolot Digital
Menghadirkan sesepuh yang mengerti TikTok dan agroekologi, yang berfungsi menjembatani komunikasi antar-generasi.
Ekonomi Ki Sunda: Dari Cukup ke Berkelanjutan
Menghidupkan Kembali Sistem Leuit Modern
Lumbung pangan komunitas yang dipadukan dengan teknologi blockchain untuk transparansi.
Ekonomi Gotong Royong 2.0
Koperasi produsen kopi, beras, atau kerajinan yang memakai prinsip silih asah untuk peningkatan mutu produk.
Anti Ekstraksi
Model usaha yang menghitung “biaya ekologi” dan “biaya sosial” ke dalam komponen harga produk.
Tata Kelola Desa Berbasis Tri Tangtu
Desa adalah garda terdepan dalam pembangunan berbasis kebudayaan:
Musyawarah Desa 2.0
Integrasi data digital dengan forum adat. Keputusan harus lulus 3 uji: adil secara sosial, masuk akal secara ekologi, dan punya restu etika.