Karena sanksi sosial berdampak pada nama baik dan status, seperti pengucilan, penolakan gotong royong, hingga kehilangan muka.
Kenapa dulu sangat efektif? Karena menggunakan pendekatan memanusiakan manusia, transparan, dan saling bergantung.
Prinsip Rekayasa Ulang Ki Sunda
Lalu sekarang harus bagaimana? Mungkin kita bisa merenungkan dan memahami prinsip di bawah ini:
Prinsip 1: Jangan pindahkan bentuk, pindahkan fungsi
Contoh: Saung Lisung hari ini bisa menjadi coworking space berbasis gotong royong.
Prinsip 2: Integrasi dengan kebutuhan nyata
Nilai-nilai luhur harus bisa menyelesaikan masalah air, pangan, dan pekerjaan.
Prinsip 3: Otoritas berbasis kompetensi dan moral
Kepemimpinan didasarkan pada kecakapan dan akhlak, bukan sekadar gelar.
Prinsip 4: Bangun sistem kecil yang bisa diskalakan
Fokus pada gerakan mandiri yang bisa diperbesar, bukan proyek besar yang tergantung pada dana.
Dunia Pendidikan ala Ki Sunda
Kurikulum Kasundaan Fungsional
Bahasa Sunda digunakan sebagai salah satu bahasa pengantar sains awal, aksara Sunda untuk desain grafis dan ekonomi kreatif, serta sejarah lokal untuk literasi kritis.