Dalam ruang ilmu
yang dibangun adalah kebenaran
bukan pembelaan atas kesalahan
yang berujung saling menyalahkan
setiap perbedaan pandangan
jangan menimbulkan ketersinggungan
justru merupakan keniscayaan
serta letak dinamika dan kedewasaan
adab dan saling menghormati
harus terpatri dalam hati
agar tercipta rendah hati
dan tidak merasa benar sendiri
Kearifan ulama terdahulu
patut ditiru dan digugu
yang telah mencontohkan
tentang indahnya kerendahatian
Al-Ghazali telah mengingatkan
tujuan ilmu mendekatkan pada kebenaran
memperbaiki akhlak dan perbuatan
bukan untuk memenangkan perdebatan
Asy-Syafi'i pernah berkata:
“Pendapatku benar tetapi mungkin salah
pendapat orang lain salah tetapi mungkin benar”
nasehat tersebut menunjukkan
betapa luasnya dalam menyikapi perbedaan
Imam Malik juga mengingatkan
“setiap pendapat bisa diterima atau ditolak”
tidak ada ruang untuk memaksakan kehendak
kecuali sabda Nabi dan firman Tuhan
yang menjadi tuntunan bagi kehidupan
yang perlu dipahami
jangan sampai melukai
agar ilmu tetap menjadi cahaya
bukan sumber mala petaka
Malang, 15 Mei 2026
Salam sehat,
M. Sinal