Hidup menjadi tarian cinta,
yang tak pernah berakhir
Berasal dari sumber yang sama
seperti air yang mengalir
Yang disebut “baik” atau “buruk”,
hanyalah keindahan dalam berbagai bentuk
Ketika ego telah tiada,
yang tersisa hanyalah cinta
Dalam kondisi ini,
manusia menjadi “penari sejati”
damai di tengah perubahan,
sabar di tengah ujian, dan
penuh syukur di tengah keberlimpahan
Karena mereka menyadari
apa pun yang terjadi
bukanlah sebuah perlombaan
bukan pula sebuah pertarungan
melainkan sebuah tarian
menuju samudra keabadian
Setiap langkah, setiap kejatuhan,
Setiap tindakan, setiap kebangkitan
Adalah irama yang digerakkan Tuhan
Semuanya memberi pelajaran
Malang, 6 November 2025
Salam sehat,
M. Sinal