Ia tak pernah mengangkat senjata,
hanya menyampaikan apa adanya
Tapi bagi mereka yang gemar berdusta,
kebenaran dianggap peluru berbahaya
Mereka mengira, ia menyerang
padahal hanya menyingkap bayang
Sehingga kebenaran terasa seperti luka,
akibat terlalu lama terbiasa menutupinya
Ia tidak membawa panah
Tapi membawa cermin
Agar wajah-wajah yang bermasalah
Tidak bersembunyi di balik orang lain
Sehingga bisa menatap dirinya sendiri
Dengan sejumlah dusta yang dipelihara
Seperti sungai di musim semi
Airnya jernih ketika tiba di muara
Ia tak berharap menang,
yang diinginkan hanyalah terang
Agar nurani yang mulai sekarat,
Tak tertutup dusta yang dijaga rapat
Mereka yang merasa tersakiti,
oleh cahaya kebenaran
Mungkin karena jendela hati,
terlalu lama tertutup debu kebohongan
Malang, 23 Oktober 2025
Salam sehat,
M. Sinal