Doa itu menjelma cahaya,
menembus langit yang penuh gulita,
ia terbang bersama angin,
menyentuh hati para pemimpin
Rakyat telah lama berdoa,
bukan hanya untuk perut mereka
tetapi untuk negeri tercinta
di mana janji tak sekadar kata
Dari sawah yang berkilau perak,
dari laut yang berderu ombak,
dari kota yang riuh sesak,
mereka bersatu dalam harapan yang sama:
agar tanah ini benar-benar merdeka
bukan hanya di bibir, tapi juga di dada
Mungkin jalan masih berliku,
namun doa tak pernah layu,
berubah menjadi api kecil,
menerangi kita sampai berhasil
agar anak-anak negeri
tak lagi tumbuh dalam sunyi
Harapan rakyat adalah suara,
tak bisa dibungkam oleh masa
mengetuk pintu hati penguasa
menjadi cermin bagi yang lupa
Bahwa kekayaan negeri kita
bukan milik segelintir nama,
melainkan anugerah untuk semua
Maka doa pun menjelma janji,
janji rakyat pada diri sendiri:
meski sering terluka,
meski sering kecewa,
cinta pada negeri tak akan sirna
Malang, 28 September 2025
Salam sehat,
M. Sinal