Seekor sapi melakukan perlawanan
Memberontak karena ketakutan
Menyisakan debu dan doa
Yang belum sempat dibacakannya
Ia tahu, pisau tengah diasah
Karena itu tak mau menyerah
Bukan rumput yang dilihat,
melainkan takdir yang mendekat
Tali-temali putus
Karena ia berontak terus
Suara takbir yang dikumandangkannya
Belum bisa menenangkan resah di matanya
Lalu datanglah seorang kiai
Mencoba mendekatinya
Bukan janji keselamatan
Melainkan sebuah bisikan,
yang cukup menggetarkan:
"Jika engkau tak sudi,
disembelih hari ini,
besok engkau akan dikumpulkan,
dengan manusia yang suka membuat keributan”
Seketika, langkahnya terhenti
Seolah kematian tampak lebih berarti
Daripada hidup penuh kemewahan
Tapi hasil kecurangan dan penipuan
Ia pun pasrah,
bukan karena mau menyerah
Melainkan karena ia tahu
ke mana nasib harus berlabuh
Lebih terhormat menjadi korban
Daripada mendukung kebohongan
Malang, 29 Juli 2025
Salam sehat,
M. Sinal