Siapa pun pemimpin negeri
Jika menatapnya dari kacamata benci
Hanya menjadi panggung gusar
Ladang subur untuk berkata kasar
Pastikan tanganmu ikut berkarya
Bukan lisan yang selalu menghina
Peluklah seperti sahabat lama
Dengan keyakinan, doa, dan cinta
Menghina negara ini
Seperti menghina ibunda sendiri
Memaki bangsa ini
Seperti memaki ayahanda sendiri
Kritik boleh, marah jangan
Apalagi hanya meluapkan kekesalan
Atau karena tak dapat bagian
Sehingga yang tampak hanya keburukan
Ibu Pertiwi menangis dalam sunyi
Bukan karena kritik yang kau beri
Tapi melihat pemaki negeri sendiri
Yang setiap hari tak bosan bereaksi
Menatap merah putih dengan ejekan
Lebih bangga logo luar yang diunggulkan
Padahal lahir dan hidup di negeri ini
Tapi terus mengalir caci maki setiap hari
Malang, 31 Mei 2025
Salam sehat,
M. Sinal