Redanya euforia idulfitri
Meninggalkan kenangan dan pertanyaan
Apakah kita benar-benar memaknai
Idulfitri sebagai hari kemenangan
Atau kembali seperti semula
Idulfitri tidak berdampak apa-apa
Senyum tak lagi sepenuh jiwa
Maaf pun terucap hanya sekadar kata
Perbuatan kembali ke jalan lama
Lisan tajam, hati berprasangka
Gelap pun kembali mengintai
Bagai cerita yang tak kunjung usai
Meski puasa telah ditunaikan
Hati berat memberi pengampunan
Padahal Idulfitri mengajarkan
Lapang dada dan kasih tanpa batasan
Idulfitri bukan hanya seremonial
Bukan pula hanya pesta tahunan
Tapi momen suci yang sangat sakral
Di dalamnya penuh dengan keajaiban
Dengan hati terbuka
Renungkan makna Idulfitri sesungguhnya
Meski belum benar-benar kembali suci
Tapi menjadi pribadi yang lebih berarti
Malang, 6 April 2025
Salam sehat,
M. Sina