Ditulis oleh : Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA
Dalam hidup ini hanya ada dua kemungkinan. Nasib baik dan nasib buruk.
Itulah implikasi dari takdir baik dan takdir buruk yang telah menjadi pilar iman kita yang ke enam.
Baca Juga: Kemerdekaan Itu Mahal Harganya
Oleh karenanya, kita sebagai insan yang harus menjalani garis takdir itu, hanya butuh dua sikap.
Bersyukur saat nasib baik, dan bersabar saat nasib buruk.
Baca Juga: Menjaga Kearifan Lokal Bagian dari Cinta Tanah Air
Dengan begitu kita akan selalu dalam kebaikan, dan itulah sesuatu yang sangat menakjubkan bagi seorang muslim, sebagaimana disabdakan oleh Nabi shollallohu alaihi wasallam.
Adapun dalam berpikir, maka kita hanya boleh memilih satu pilihan, hanya boleh berprasangka baik kepada Allah.
Saat keadaan kita baik dan membahagiakan, kita berharap semoga Allah selalu menambah terus nikmat tersebut.
Baca Juga: Definisi Orang Kaya vs Miskin Ala Viktor Laiskodat
Dan di saat keadaan kita sebaliknya, maka kita harus sadarkan diri bahwa tidak lama lagi kebaikan dari Allah pasti akan datang menyapa, sebagaimana firmanNya (yang artinya):
“Sungguh pada setiap kesulitan akan ada kemudahan yang menyertainya..”
[QS. Alinsyiroh: 5].***
Artikel Terkait
Menjadi PSK 2 Tahun, Berhenti dan Cari Jodoh, Netizen: Tak Sanggup Harus Turun Mesin !
PSI dan Gosip Terkait dengan Keluarga Cendana
Pepaya Rajanya Buah-Buahan yang Miliki Khasiat Luar Biasa
Bukti Sinergi UIN Bandung-Kemenag, Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji Profesional se-Indonesia
Kejagung Teliti Berkas Kasus Dugaan Penodaan Agama Panji Gumilang
Rejeki Banyak Bentuknya
Definisi Orang Kaya vs Miskin Ala Viktor Laiskodat
Cecep Priatna Caleg PKN Dapil 5, Pemerataan Pendidikan dan Infrastruktur Kunci Pembangunan Cianjur Selatan
Menjaga Kearifan Lokal Bagian dari Cinta Tanah Air
Kemerdekaan Itu Mahal Harganya