JOURNALNUSANTARA.COM, BANDUNG - Estafet kepemimpinan dalam bisnis keluarga seringkali dianggap sebagai tantangan besar, namun bagi Putri Intan, hal ini adalah peluang untuk melakukan modernisasi strategis.
Pengusaha muda asal Bandung ini sukses menarik perhatian publik setelah berhasil memegang kendali krusial di dua perusahaan sekaligus, menjabat sebagai Presiden Komisaris dan Direktur.
Sebagai lulusan Administrasi Bisnis dari Telkom University, Putri membuktikan bahwa keterlibatan generasi muda dalam bisnis keluarga bukan sekadar melanjutkan tradisi, melainkan membawa inovasi.
Di bawah kepemimpinannya, perusahaan yang dirintis oleh orang tuanya kini bertransformasi menjadi entitas yang lebih adaptif dan siap bersaing di kancah global melalui sentuhan digitalisasi yang masif.
"Tantangan terbesarnya adalah adaptasi tanpa menghilangkan jati diri perusahaan yang sudah dibangun puluhan tahun," ujar Putri dengan nada bicara yang santun namun tegas pada Minggu (22/3/2026).
Di luar ruang rapat, Putri dikenal sebagai pribadi yang dinamis. Melalui akun Instagram pribadinya @putrintn, ia sering membagikan perspektif mengenai keseimbangan antara dedikasi profesional dan self-reward.
Lebih lanjut hobi traveling yang ditekuninya menjadi sarana untuk mengeksplorasi ide-ide baru yang kemudian ia terapkan dalam pengembangan budaya kerja di perusahaannya.
Salah satu kunci sukses Putri terletak pada pendekatan humanis yang ia terapkan. Meski gencar membawa inovasi digital untuk menggaet segmen milenial dan Gen Z, ia tetap menempatkan karyawan senior sebagai pilar penting.
Kemudian Putri secara strategis menjadikan para senior sebagai mentor bagi staf muda, menciptakan sinergi kerja yang solid dan penuh rasa hormat antar generasi.
"Bagi saya, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman adalah kunci loyalitas tim," tambahnya. Sebagai pemimpin perempuan, ia meyakini bahwa empati dan kemampuan multitasking adalah keunggulan utama dalam mengelola ekosistem bisnis yang kompleks.
Menutup perbincangan, Putri memberikan pesan khusus bagi para girlboss dan pengusaha muda yang tengah berjuang melanjutkan estafet bisnis keluarga.
Dirinya menekankan perihal pentingnya membangun kredibilitas di atas kaki sendiri tanpa harus terbebani oleh bayang-bayang kesuksesan pendahulu.
"Fokuslah pada jejak sendiri, pisahkan urusan profesional dengan keluarga, dan biarkan inovasi yang bicara," pungkasnya dengan senyum optimis.
Artikel Terkait
PMII Cianjur Kecam Keras Aksi Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Sucikan Jiwa dan Sempurnakan Ibadah di Bulan Ramadan dengan Membayar Zakat Fitrah (Bagian 31)
Mutiara Pagi: Saat Idul Fitri Tiba (Bagian 2154)
Gema Fitri di Ambang Pintu
Makna di Balik Anyaman Janur Lebaran
Mutiara Pagi: Di Hari yang Fitri (Bagian 2155)
Tradisi Mudik, Perjalanan Pulang Menjemput Rindu
Tantangan dan Serunya Mudik Jalur Darat
Mengarungi Samudra Menuju Kampung Halaman
Melintasi Awan Demi Perjumpaan di Kampung Halaman