(Ode Michael Naimah buat Ali bin Abi Thalib)
Kasihnya tidak memilih rupa
bukan pula karena asal usulnya
memeluk manusia dengan hati
kepada siapa pun yang ditemui
menabur cinta tanpa menunggu balasan
dengan bahasa kerendahatian
tanpa bertanya jabatan dan kedudukan
dilayaninya tanpa ada perbedaan
baginya, cinta adalah bahasa jiwa
melampaui sekat dan prasangka
mengalir tenang seperti air
mengikuti kehendak takdir
harta bukan ukuran
gemerlap kuasa bukan pilihan
kecintaannya kepada sesama
lebih berharga dari dunia
bila melihat tangis tersembunyi
ia hadir tanpa banyak bicara
seperti kekasih yang siap menemani
menjadi cahaya di lorong gulita
memberi bukan untuk dikenang
bukan pula untuk disanjung
sehingga senyum dan hati lapang
seperti jalan tak ada ujung
karena luasnya cinta
tak pernah merasa memiliki
sebesar apa pun nikmat yang diterima
adalah titipan Ilahi yang harus dibagi
Malang, 1 Maret 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Potret Buram Anggaran dan Dualisme Kepemimpinan di Cianjur 2025-2030
PC PMII Cianjur Gelar Ramadhan Pergerakan, Perkuat Solidaritas dan Jalankan Kegiatan Produktif
Mutiara Pagi: Kerendahan Hati (Bagian 2133)
Menjaga Politik Waras
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Puasa Mencegah Korupsi (Bagian 28)
Berburu Promo Iftar di Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta, Bertabur Hadiah Mewah iPad hingga Sepeda Balap
Mutiara Pagi: Keberanian Moral (Bagian 2134)
A Wishful Ramadhan: Nikmati Syahdunya Bukber Taste of Nusantara dan Staycation di The Green Peak ARTOTEL Curated Puncak
Kemeriahan Grand Final Miss Muslimah Hunt 2026 Warnai Akhir Pekan di Living World Alam Sutera
Dekatkan Diri