(Ode Michael Naimah buat Ali bin Abi Thalib)
berani bukan hanya di medan pertempuran
melainkan di medan pergulatan batin
menaklukkan ego yang membisikkan kesombongan
oleh kejernihan hati yang tetap teguh dan yakin
memadamkan amarah sebelum menyala
mengikat lidah dari kata yang melukai
memilih diam saat emosi bergelora
demi menjaga hati agar tidak membenci
tidak tergoda oleh manisnya pujian
tidak runtuh oleh pahitnya hinaan
berdiri di tengah dengan ketenangan
karena nuraninya lebih tinggi dari sanjungan
menimbang kata sebelum terucap
menyaring niat sebelum bertindak
setiap langkahnya terjaga dengan mantap
sehingga keputusannya tidak melukai hak
dalam gelapnya pergulatan batin
tetap menjaga cahaya iman
bukan karena pengaruh orang lain
melainkan hati yang setia pada kebenaran
pedangnya, perpanjangan dari nuraninya
nuraninya, tunduk pada kebenaran-Nya
bukan lahir dari amarah atau ambisi
melainkan kesadaran moral yang tinggi
Malang, 28 Februari 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Keteguhan dalam Ujian (Bagian 2132)
MBG : Gizi Anak Rawan Dikorupsi
Gus Yaqut
Ternyata Bukan Sejarah Kuno: Jejak Akhir Perlawanan Pribumi Amerika di Tahun 1924
Potret Buram Anggaran dan Dualisme Kepemimpinan di Cianjur 2025-2030
PC PMII Cianjur Gelar Ramadhan Pergerakan, Perkuat Solidaritas dan Jalankan Kegiatan Produktif
Mutiara Pagi: Kerendahan Hati (Bagian 2133)
Menjaga Politik Waras
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Puasa Mencegah Korupsi (Bagian 28)
Berburu Promo Iftar di Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta, Bertabur Hadiah Mewah iPad hingga Sepeda Balap