Tidak sedikit orang berpikir baik
tetapi hatinya kusut
Ada pula yang hatinya lembut
namun tidak sedikit berpikir picik
Antara pikiran dan hati
seharusnya saling melengkapi
janganlah fokus membangun persepsi
hanya melihat dari satu sisi
Pikiran tanpa hati
melahirkan keputusan yang sia-sia
Hati tanpa pikiran
melahirkan keputusan yang tidak bijaksana
Fenomena sosial yang terjadi saat ini
begitu mudah orang saling menghakimi
satu kesalahan kecil
dapat membuat seseorang terkucil
Diserang habis-habisan
jadi alasan untuk dihancurkan
bahkan ruang publik sampai dipenuhi
oleh hinaan dan caci maki
Seolah-olah tidak ada kesempatan
untuk merapikan isi pikiran
padahal masih banyak yang perlu dibenahi
terutama pikiran dan hatinya sendiri
Jalaluddin Rumi pernah mengingatkan:
hati itu luas, tapi bukan berarti
semua urusan bisa kau masukkan
pilihlah urusan yang pantas, yang kau yakini
bisa mendatangkan kebahagiaan
agar engkau tidak sering terluka
oleh ucapan dan tindakan yang sia-sia
Malang, 23 Desember 2025
Salam Sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Pengukuhan Anggota Baru 2025: Militansi dalam Perspektif Filsafat Panca Dharma Tadjimalela
Ramalan Zodiak Hari Ini, 22 Desember 2025: Cancer, Leo, dan Virgo Waktunya Pembuktian Diri
Cara Mudah Cek Bansos Atensi YAPI Desember 2025, Penerima Bisa Dapat Bantuan Rp600 Ribu
SMAKZIE FAIR 2025 Wadah Kreativitas dan Kewirausahaan Siswa SMKN 1 Cianjur
Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini, 22 Desember 2025: Scorpio Harmonis, Libra dan Sagitarius Ada Orang Ketiga
Ramon Tanque Mulai 'Gacor' Cetak Gol untuk Persib, Ternyata Hodak Punya Rahasia Memotivasi Pemainnya
Cek Bansos BPNT Tahap 4 Lewat HP, Dana Bantuan Rp600 Ribu Cair Desember 2025 ke Rekening Anda
PKS Cianjur Beri Kepercayaan Penuh Anak Muda Kelola Rakerda 2025 demi Transformasi Pelayanan
Memperkuat Fondasi Keluarga: Sinergi GP Ansor Bersilaturahmi bersama KUA untuk Kemaslahatan Umat
Memaknai Arah Gerak KOPRI sebagai Landasan Perjuangan Perempuan PMII