Merekayasa kebenaran menjadi kesalahan
Kemudian kesalahan menjadi kebenaran
Telah menggantikan cerita kepahlawanan
Untuk merayakan sebuah kebohongan
Nilai-nilai tentang kepahlawanan
Dalam memperjuangkan kebenaran
Berubah untuk menyalurkan hasrat
Menyerang kelompok yang dicap pengkhianat
Sungguh cara yang teramat sempurna
Ketika hendak menjatuhkan sesama
Kebohongan bukan sekadar ekspresi
Tapi kewajiban untuk membentengi diri
Merajut tipu daya dengan rapi
Dalam senyum yang tampak suci
Kata-kata manis selalu menghiasi
Namun menusuk tanpa disadari
Kebenaran jadi terabaikan
Kebohongan jadi produk unggulan
Cara-cara tak terpuji bukan penghalang
Demi satu tujuan yang penting menang
Namun waktu tak dapat dibohongi
Kebusukan pasti akan terbukti
Hanya bersembunyi di balik bayang diri
Selama cahaya masih bisa menyinari
Malang, 13 Juni 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
BEM Bisa Hidup Lagi, Tapi Mahasiswanya Mau Enggak?
Mutiara Pagi: Meludahi Langit (Bagiaan 1869)
Menguak Ragam Jalan Hidup Penulis di Era Modern
5 Tokoh Pribumi yang Dianggap Antek Penjajah Belanda dan Dicap Pengkhianat Bangsa
Mutiara Pagi: Kesabaran adalah Layar (Bagian 1868)
Dua Buku Matematika Yunani yang Hilang Selama 2000 Tahun Akhirnya Ditemukan
Cara Memilih Buah Segar yang Tepat untuk Konsumsi Sehari-hari
Pilihan Warna Cat Rumah yang Membantu Mengurangi Panas
Kepala Daerah dan Kopdeskel Merah Putih
Zidan-Nevi Nyatakan Siap Berlayar di Pilpresma UNPI 2025