Tenang saja, “Tuhan memberkati”
“Anugerah Tuhan menyertai”
Pada spanduk di pinggir jalan
Yang penuh debu dan ketidakadilan
Cukup pasrah, cukup percaya
Cukup berdoa dan lapang dada
Jika keajaiban belum menghampiri
Berarti Tuhan sedang menguji
Kalimat itu seakan mengubah penderitaan
Menjadi jalan menuju surga
Seolah-olah hidup tak perlu diperjuangkan
Cukup dinikmati dalam diam dan berdoa
Kita dipaksa untuk percaya
Bahwa kemiskinan adalah ujian
Tidak boleh ada prasangka
Apalagi mencoba untuk melawan
Padahal keajaiban itu datang
Pada mereka yang selalu berusaha
Serta mereka yang selalu berjuang
Bukan hanya diam, tak mau berupaya
Keajaiban itu memang nyata
Tapi butuh ruang untuk bekerja
Lewat senyum dan tindakan kita
Secara diam-diam membantu sesama
Malang, 16 Mei 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Tips Merawat Rumah di Musim Hujan agar Tetap Nyaman dan Aman
Mutiara Pagi: Pejuang Dilupakan Waktu (Bagian 1840)
Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut untuk Hidup Lebih Sehat
Rangkul Persatuan, Tolak Kekerasan: Bersama Akhiri Tawuran
Noda Hitam Kekhalifahan: Membedah Kebobrokan Turki Utsmani hingga Runtuhnya Khilafah
Jejak Sejarah Hari Kamis: Dari Mitologi hingga Tradisi
Mutiara Pagi: Mengenali Diri (Bagian 1841)
Tingkatan Nikmat Tertinggi Menurut Ulama
Infrastruktur Bukan Sekadar Beton: Gagasan Out of the Box dari Ahli Asal Cianjur untuk Masa Depan Kota Tangguh
DKR Cianjur Gelar Anjangsana di STAI Al-Azhary, Pererat Silaturahmi Antar Pangkalan