Optimis di Usia Senja

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 18 November 2024 | 19:00 WIB
Ilustrasi sukses (freepik)
Ilustrasi sukses (freepik)

Islam mengajarkan bahwa amal tidak berhenti pada usia tertentu. Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا مَاتَ ٱبۡنُ آدَمَ ٱنقَطَعَ عَمَلُهُۥٓ إِلَّا مِنۡ ثَلَٰثٍۭ: صَدَقَةٍۢ جَارِيَةٍ أَوۡ عِلۡمٍ يُنتَفَعُ بِهِۦٓ أَوۡ وَلَدٍۢ صَٰلِحٍ يَدۡعُواْ لَهُۥ
"Ketika seorang anak Adam meninggal, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau doa anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)

Pada masa pensiun, seseorang memiliki lebih banyak waktu untuk beribadah, menyebarkan ilmu, dan berinvestasi pada amal jariyah. Waktu yang sebelumnya sibuk dengan pekerjaan dapat dialihkan untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

1. Usia Tua: Masa Kekuatan Spiritual

Allah SWT memuliakan orang-orang yang terus beribadah di setiap fase usia:

وَٱعۡبُدۡ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأۡتِيَكَ ٱلۡيَقِينُ
"Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (ajal)." (QS. Al-Hijr: 99)

Rasulullah SAW menegaskan keutamaan amal di usia tua:

> خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ
"Sebaik-baik manusia adalah yang panjang usianya dan baik amalannya." (HR. Tirmidzi)


Produktivitas di usia senja harus diarahkan untuk memperbanyak ibadah, zikir, membaca Al-Qur'an, dan merenungi kebesaran Allah. Zikir menjadi kunci untuk menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ
"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra’d: 28)


2. Semangat Optimisme: Menolak Kelemahan dan Pesimisme

Islam melarang sikap pesimis dan menyerah pada kelemahan. Allah memerintahkan kita untuk terus berusaha:

لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
"Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar: 53)

Rasulullah SAW mencontohkan sikap optimis, bahkan dalam kondisi sulit:

إِذَا قَامَتِ ٱلسَّاعَةُ وَفِى يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ، فَإِنِ ٱسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا
"Jika kiamat akan tiba, sementara di tangan salah seorang dari kalian ada bibit kurma, maka jika ia mampu untuk menanamnya sebelum kiamat tiba, maka hendaklah ia menanamnya." (HR. Ahmad)

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Peradaban Kuno yang Berganti Nama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB

Mutiara Pagi: Prasangka (Bagian 2256)

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:37 WIB
X