Mengingat Kelahiran Rasulullah SAW-03

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 18 September 2024 | 06:16 WIB
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan setiap tanggal 12 Rabi'ul Awwal dalam kalender Hijriyah oleh umat Islam di seluruh dunia.*  (Ensiklopedia Islam)
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan setiap tanggal 12 Rabi'ul Awwal dalam kalender Hijriyah oleh umat Islam di seluruh dunia.* (Ensiklopedia Islam)

Komunitas yang berlandaskan nilai-nilai ketuhanan (Rabbani).

Karakteristik Komunitas Istimewa atau terbaik yang dibangun Rasulullah adalah Komunitas yang Rabbani. Komunitas yang terbangun dan mendasarkan segala aspek kehidupan publiknya pada keimanan dan ketakwaan. Allah menegaskan: “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kalian kepada Allah dengan ketakwaan yang sesungguhnya. Dan janganlah mati kecuali dalam keadaan Muslim” (Ali Imran: 101).

Di surah As-Shof Allah mengingatkan pentingnya “tasbih” (mensucikan) Allah hanya kepada Allah pemilik langit dan bumi. Bertasbih bermakna bahwa dalam menjalani kehidupan hendaknya “kebesaran“ Allah selalu menjadi pijakan dan acuan.

Hal inilah yang dalam konteks keindonesiaan kita disebut “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Pasal pertama Pancasila yang selalu menjadi rujukan bagi semua pasal-pasal Pancasila. Sekaligus mengingatkan bahwa Indonesia hanya akan menjadi besar dan kuat ketika nilai-nilai dan ajaran ketuhanan itu diambil secara serius dan sungguh-sungguh.

Itu pulalah yang menjadi poin penting dalam kaitan keinginan menjadikan Indonesia Emas. Tanpa Ketuhanan yang Sungguh-Sungguh dan jujur Indonesia Emas itu selamanya akan sekedar menjadi slogan yang kosong.

Al-Qur’an menegaskan: “sekiranya penduduk negeri itu beriman dan bertakwa niscaya Kami (Allah) akan bukakan keberkahan dari langit dan bumi”. Menegaskan bahwa keberkahan bumi itu akan diberikan ketika keberkahan langit kita ketuk secara sungguh-sungguh.

Karenanya sekali lagi jangan sampai atas nama dan hawa nafsu pembangunan nilai-nilai Rabbani (Ketuhanan) diabaikan. Lebih runyam lagi kalau atas nama membangun lalu nilai-nilai agama dipandang seolah jadi penghambat. Karenanya jilbab misalnya ingin dilepaskan hanya karena ada acara penaikan bendera RI… aneh tapi nyata! (Bersambung…).

Bellevue hospital, 17 September 2024

* Presiden Nusantara Foundation

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Ucapan (Bagian 2229)

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:00 WIB

Mutiara Pagi: Diam atau Bersuara (Bagian 2228)

Selasa, 2 Juni 2026 | 07:02 WIB

Mutiara Pagi: Ruang Perjumpaan (Bagian 2227)

Senin, 1 Juni 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan ( Bagian 2226)

Minggu, 31 Mei 2026 | 08:11 WIB

Mutiara Pagi: Logika (Bagian 2225)

Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Simfoni Kerinduan (Bagian 2224)

Jumat, 29 Mei 2026 | 06:30 WIB

Mutiara Pagi: Manusia Paripurna (Bagian 2223)

Kamis, 28 Mei 2026 | 07:17 WIB

Mutiara Pagi: Delapan Benda Langit (Bagian 2221)

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:56 WIB

Mutiara Pagi: Musik dan Kehidupan (Bagian 2220)

Senin, 25 Mei 2026 | 07:45 WIB

Mutiara Pagi: Tangan Langit (Bagian 2219)

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:20 WIB

Mutiara Pagi: Istiqomah Terberat (Bagian 2218)

Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:09 WIB

Mutiara Pagi: Menulis Kisah (Bagian 2216)

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:43 WIB

Mutiara Pagi: Siklus Kehidupan ( Bagian 2215)

Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Mutiara Pagi: Kata-kata Manusia (Bagian 2214)

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:45 WIB

Mutiara Pagi: Kesibukan (Bagian 2212)

Minggu, 17 Mei 2026 | 08:32 WIB

Mutiara Pagi: Tajassus (Bagian 2211)

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:41 WIB
X