Waspadai Penyebab Defisit Pahala

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Kamis, 29 Agustus 2024 | 12:00 WIB
Keajaiban Ucapan Salam: Kunci Kedamaian, Pahala, dan Surga (Photo by Pexels)
Keajaiban Ucapan Salam: Kunci Kedamaian, Pahala, dan Surga (Photo by Pexels)

Sumber dari segala kejahatan, baik itu dilakukan dalam skala kecil maupun besar, adalah kebohongan.

Dalam Islam, setiap perbuatan dan perkataan yang disampaikan harus berdasarkan pada fakta dan kejujuran, perbuatan menyebar berita palsu, gosip issu dan fitnah adalah dosa besar.

Dalam sebuah hadis sahih yang sangat terkenal diriwayatkan Imam Muslim telah dijelaskan siapa saja orang yang akan bangkrut kelak di akhirat atau muflis.

Hadist tersebut memberikan pembelajaran sangat berharga memberikan pembelajaran tentang spirit muhasabah dalam bermedsos dengan selalu mengaudit atas modal usia dan amal diri yang telah diberikan Allah SWT dalam interaksi sosial sebagai berikut:

Pertama, sadari bahwa penyebaran berita hoax, caci maki dan ujaran kebencian adalah kejahatan sosial yang akan menjadi faktor penyebab kebangkrutan amal seseorang.

Jika perbuatan itu dilakukan setiap saat maka neraca kesalehan seseorang ketika ditimbang dengan kejahatan sosialnya akan berkurang dan otomatis menjadi lebih ringan sehingga seseorang menjadi 'tekor bandar' pinjam istilah dalam dunia perniagaan yang pada akhirnya mengalami kebangkrutan.

Kedua, bahwa orang yang banyak ibadah ketika didunia bisa malah celaka dan bangkrut di akhirat, jika dia suka share konten provokasi adu domba, menebarkan kebencian dan caci maki apalagi jika ikut memproduksi melalui cara-cara yang tidak halal bahkan cenderung menghalakan segala cara dalam membuat kebohongan dan menebar permusuhan

Ketiga, orang yang muflis itu pasti merugi di akhirat karena neraca keburukan amalnya lebih berat daripada semaian amal salehnya.

Oleh karena itu, Alquran mengingatkan kepada kita bahwa agar tidak merugi, kita harus mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal saleh.

Maka, hentikan debat kusir dan fitnah ! marilah saling menasihati untuk menaati kebenaran dan menghiasi diri dengan kesabaran (QS Alashr [103]: 1-3) stop dan delete semua konten kebencian.

Oleh: KH Fahrur Rozi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB

Mutiara Pagi: Prasangka (Bagian 2256)

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:37 WIB
X