Warning! Jangan Makan Pisang Bersamaan dengan Ini...

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 29 Juli 2024 | 08:00 WIB
Kulit pisang bisa untuk menjaga kesehatan rambut dan juga memutihkan gigi  (Pixabay / Alicja)
Kulit pisang bisa untuk menjaga kesehatan rambut dan juga memutihkan gigi (Pixabay / Alicja)

Journalnusantara.com - Pisang boleh jadi buah favorit banyak orang. Selain karbohidrat, pisang juga mengandung serat, protein, magnesium, fosfor, potasium, serta masih banyak lagi vitamin dan mineral yang ada di dalamnya.

Dalam 100 gram buah pisang atau berukuran sedang mengandung 89 kalori, 75 persen air, 1,09 gram protein, 22,8 gram karbohidrat, 12,2 gram gula, 2,6 gram serat, dan 0,3 gram lemak.

Dengan kandungan tersebut, pisang mampu memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, di antaranya adalah menyehatkan jantung dan mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.

Kaya manfaat tidak berarti membuat pisang bisa dikonsumsi sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengonsumsi pisang.

Pasalnya, ada beberapa makanan yang tidak boleh dimakan bersamaan dengan pisang.

a. Es krim
Makanan yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan pisang adalah es krim.

Mengonsumsi keduanya bersamaan atau berdekatan bisa memicu rasa tidak nyaman pada pencernaan.

b. Susu
Pisang dan susu sama-sama mengandung kalori dalam jumlah medium. Satu pisang berukuran sedang, misalnya, mengandung 105 kalori.

Sekitar 250 mililiter susu murni umumnya mengandung 150 kalori. Jika dikombinasikan, konsumsi keduanya bersamaan berpotensi memicu peningkatan berat badan.

c. Daging Merah
pisang mengandung purin yang membuatnya mudah dicerna. Sementara kandungan protein yang tinggi pada daging merah dapat memperlambat proses pencernaan.

Karenanya, konsumsi kedua makanan ini secara bersamaan bisa memicu fermentasi dan gas di saluran pencernaan.

d. Jeruk
konsumsi pisang dan jeruk secara bersamaan sering kali memicu masalah pencernaan seperti mual hingga sakit kepala.

e. Alpukat
Pisang dan alpukat sama-sama kaya akan potasium. Nama terakhir sendiri bermanfaat untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, memecah karbohidrat, dan membangun protein. Namun, asupan potasium berlebih bisa memicu kondisi hiperkalemia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB

Mutiara Pagi: Prasangka (Bagian 2256)

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:37 WIB
X