internasional

Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:19 WIB
Ilustrasi agama islam (pexels/Meruyert Gonullu)

Oleh: Shamsi Ali Al-Nuyorki*

Tak dapat disangkal bahwa Islam adalah agama yang paling disalahpahami oleh banyak orang. Ironisnya, hal ini terjadi di tengah perkembangannya yang terus meningkat dan tak terbendung, serta di era kemajuan ilmu pengetahuan dan informasi.

Ada banyak faktor yang menyebabkan kesalahpahaman ini. Salah satunya adalah kesengajaan pihak-pihak yang tidak menyukai, bahkan takut terhadap perkembangan Islam. Dengan segala fasilitas yang mereka miliki, termasuk media, mereka membangun narasi tentang Islam secara buruk, berbahaya, dan penuh permusuhan.

Beberapa Karakteristik Utama Islam

Membicarakan Islam ibarat menimba air laut: begitu dalam, luas, dan tidak akan pernah selesai dibahas oleh siapa pun, kapan pun. Karena itu, tulisan ini hanya sebagai pancingan agar pembaca terdorong mencari dan menggali lebih jauh tentang agama ini. Tidak seorang pun, seahli apa pun, akan mampu memahami seluruh aspek agama ini secara tuntas.

Pada catatan kali ini, saya hanya menyampaikan beberapa karakter utama Islam yang kiranya dapat menjadi pintu masuk untuk menggali lebih dalam.

1. Islam adalah Agama Rabbani
Kata “Rabbani” memiliki beragam makna. Namun ada dua hal yang ingin saya garis bawahi:

Pertama, Islam adalah agama yang diturunkan Allah sebagai pedoman hidup bagi manusia. Islam bukan agama ciptaan atau inovasi manusia. Nabi Muhammad hanya menerima wahyu dan menyampaikannya. Beliau tidak berposisi sebagai inovator agama.

Kedua, karena bukan ciptaan manusia, Islam bersifat permanen dan otentik. Dasar-dasar Islam—baik akidah, ibadah, maupun moralitas—bersifat tetap dan tidak mengalami perubahan seiring perjalanan waktu dan perubahan keadaan.

2. Islam sebagai Petunjuk Hidup yang Sempurna dan Menyeluruh
Islam adalah petunjuk hidup yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Islam menolak pembagian hidup ke dalam “ruang-ruang” yang terpisah. Tidak ada bagian khusus “untuk Tuhan” dan bagian lain “terserah manusia”.

Selain lengkap, Islam juga merupakan satu kesatuan ajaran yang saling terkait. Akidah berdampak pada ibadah dan muamalah. Ibadah tidak terpisah dari kehidupan sosial. Islam mengatur perilaku di masjid, sekaligus mengatur perilaku di pasar.

3. Islam adalah Agama yang Sangat Rasional
Meskipun rasionalitas manusia terbatas untuk memahami seluruh detail ajarannya, Islam bersifat sangat rasional. Mulai dari ajaran teologi tentang Ketuhanan yang jelas dan tegas, ibadah yang terpandu dengan dasar wahyu—bukan inovasi manusia—hingga muamalah yang memiliki petunjuk jelas.

Wajar jika kata kedua terbanyak dalam Al-Qur’an setelah “Allah” dan sifat-sifat-Nya adalah kata-kata yang berkaitan dengan “akal dan pemikiran”. Karena itu, ilmu dan pemahaman (al-fiqh) menjadi jalan kemuliaan (Allah mengangkat derajat orang berilmu) dan jalan kebaikan (siapa yang dikehendaki Allah kebaikan akan diberi pemahaman agama).

Karen Armstrong, seorang ahli agama-agama, pernah berkata: “Agama yang paling rasional adalah Islam.” Beliau lalu menambahkan: “Meskipun masih banyak umat Islam yang kurang rasional.”

Halaman:

Tags

Terkini

Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:19 WIB

Langkah Spiritual dan Fisik Menuju Baitullah

Kamis, 9 April 2026 | 16:31 WIB

Misi Penjaga Perdamaian Dunia Kontingen Garuda

Minggu, 5 April 2026 | 20:47 WIB

Tetap Jaga Jarak

Jumat, 6 Maret 2026 | 14:57 WIB

Variasi Durasi Puasa di Berbagai Belahan Dunia

Minggu, 22 Februari 2026 | 04:46 WIB

Setiap Serangan Israel ke Iran, Selalu Dibayar Lunas

Kamis, 19 Februari 2026 | 05:22 WIB

AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Besok Siapa?

Senin, 5 Januari 2026 | 05:59 WIB

Indonesia Jd Pemimpin IG Terbesar di ASEAN

Senin, 8 Desember 2025 | 21:33 WIB

Zohran Mamdani, Syiahkah?

Minggu, 9 November 2025 | 19:59 WIB

Tangan Tetap di Pelatuk, Memaksa Zionis Tunduk

Jumat, 10 Oktober 2025 | 07:30 WIB