Oleh: A. Hanief Saha Ghafur (Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia)
Setelah konferensi dua hari di World Bank, kami melanjutkan perjalanan dengan berpindah ke hotel yang lebih terjangkau di Arlington County, pinggiran Washington DC.
Hari ketiga dimulai dengan kunjungan ke IMAAM Center untuk bertemu panitia dan peserta konferensi lainnya. Di sana kami juga menunaikan salat Jumat.
Walau tidak kebagian makan siang, kami tetap menikmati momen kebersamaan dan sempat berbincang dengan mahasiswa Indonesia yang sedang studi di AS.
Hari-hari selanjutnya kami manfaatkan untuk mengunjungi beberapa universitas ternama.
Di antaranya George Mason University (GMU), yang meski sepi karena libur Memorial Day, tetap menyajikan atmosfer akademik yang tenang dan tertata.
Kunjungan berikutnya adalah ke Georgetown University, tempat saya pernah berkunjung pada tahun 2004. Saya sempat bernostalgia di Center for Christian-Muslim Studies, meskipun kantor tutup karena hari Minggu.
Tidak ketinggalan, kami menyempatkan diri mengunjungi Gedung Putih ikon utama kota Washington.
Di sana kami menyaksikan demonstrasi damai antara dua kelompok pendukung Israel dan pembela kemerdekaan Palestina. Suasana politik global terasa dekat di jantung ibu kota Amerika ini.
Pada hari terakhir, saya mengunjungi George Washington University (GWU) dan American University (AU).
Di GWU, suasana masih terasa hangat pasca-viral pidato wisudawan yang mengkritik dukungan AS terhadap Israel. Kunjungan ini ditutup dengan melewati kantor lama USIP yang kini telah dibubarkan.
Sebuah penanda perubahan zaman, namun tetap membekas dalam ingatan.