Journalnusantara.com, Myanmar - Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3) dini hari, menewaskan lebih dari seribu orang dan melukai lebih dari 2.300 lainnya.
Guncangan kuat yang berasal dari pusat gempa di wilayah Mandalay ini juga dirasakan hingga ke negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.
Menurut laporan Badan Meteorologi dan Geofisika Myanmar, gempa terjadi pada pukul 02:17 waktu setempat dengan pusat gempa berada di kedalaman 10 km.
Kota Mandalay menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan ribuan bangunan roboh, sementara banyak warga terperangkap di bawah reruntuhan.
Getaran gempa dirasakan cukup jauh, hingga Hanoi dan Ho Chi Minh City di Vietnam, memicu kepanikan di kalangan warga yang tinggal di gedung-gedung tinggi.
Meski ada laporan tentang getaran yang berlangsung beberapa menit, hingga kini tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan signifikan di Vietnam.
Di Myanmar, upaya penyelamatan terus dilakukan oleh tim relawan yang bekerja keras menggali reruntuhan untuk menemukan korban.
Rumah sakit di berbagai daerah kewalahan menerima jumlah korban yang terus bertambah.
Sejumlah saksi mata menyatakan bahwa guncangan kali ini merupakan salah satu yang paling kuat dalam beberapa dekade terakhir, bahkan ada yang menyebutnya serupa dengan bencana gempa tsunami Aceh pada 2004, meskipun skala kehancurannya tidak sebesar bencana tersebut.
Pemerintah Myanmar telah menetapkan keadaan darurat dan mengajukan bantuan internasional untuk penanganan bencana ini.
Organisasi kemanusiaan telah mulai mengirimkan bantuan medis dan logistik untuk mendukung upaya pemulihan di wilayah terdampak.
Jumlah korban masih bisa meningkat seiring berlanjutnya pencarian korban yang masih hilang, sementara masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.