Akhirnya, catatan saya ini tidak sama sekali menihilkan pentingnya untuk mengkritisi dengan segala daya yang ada atas kejahatan Amerika membantu pembunuhan massal dan genosida yang terjadi di Gaza. Kejahatan kemanusiaan Israel yang didukung penuh oleh Amerika harus terus dikritisi dan dilawan.
Namun hal itu tidak menutup mata bahwa Amerika sebagai bangsa (nation), bukan hanya pemerintah (government) memilki nilai-nilai positif yang perlu diapresiasi. Dua antaranya adalah satu, kebebasan beragama bagi Komunitas Muslim termasuk mendakwahkan agama ini. Dua, bahwa masyarakat memiliki kebebasan untuk mengkritisi pemerintah atas “blindness” (kebutaan) dan “heartlessness” (tidak punya hati) atas pembunuhan massal dan genosida di Gaza.
Kami Komunitas Muslim Amerika memegang nilai “wasathiyah” Atau memilih bersikap tawazun dalam menyikapi semua hal. Siap kerjasama di atas prinsip saling menghormati (mutual respect).
Dan siap mengkritisi setajam-tajamnya untuk tujuan perbaikan (constructive criticism). Kami sadar jika perjalanan kami masih panjang. Jalan-jalan dan jembatan itu harus tetap kami pelihara agar kami tidak terjatuh ke dalam jurang kebinasaan. Wallahu a’lam!
Jamaica Hills, 12 Januari 2025
Poetra Kajang di Kampoeng New York