internasional

Kebakaran Los Angeles, Azab dan Hoax

Senin, 13 Januari 2025 | 13:01 WIB
Kebakaran Los Angeles, Amerika Serikat (TOPMedia.co.id / Istimewa)

Oleh: Utteng Al-Kajangi

Dalam tiga hari ini saya menerima pertanyaan bertubi-tubi tentang kebakaran di tiga district di Los Angeles, Amerika Serikat. Saking banyaknya sejujurnya hampir merasa kesal dan malas merespon.

Hampir semua mata tertuju ke kota Hollywood itu dengan ragam konklusi yang disampaikan. Belum lagi berbagai media, baik media mainstream, apalagi media sosial yang menyampaikan dan menampilkan informasi yang belum tentu akurat tentang kebakaran itu.

Kenyataannya memang berbagai informasi yang menyebar ke berbagai penjuru dunia, ada yang benar dan akurat. Tapi tidak sedikit juga yang termanipulasi, bahkan dengan menggunakan “artificial intelligence”(AI) untuk menambah dan mendramatisir kejadian yang sesungguhnya. Baik pada aspek gambar/video maupun pada sisi statemen atau kesimpulan yang disampaikan.

Semua ini menunjukkan bahwa kita memang berada di alam informasi (dan misinformasi) yang sangat cepat dan tak terkontrol. Sekaligus menggambarkan bagaimana media, khususnya media sosial saat ini mampu menguasai cara pandang (mindset), persepsi dan perasaan, bahkan keyakinan banyak orang. Orang menyimpulkan dengan perasaan seraya meyakini tentang sesuatu dari informasi media yang berkeliaran.

Informasi yang tidak akurat (misinformasi) yang sampai kepada kita, baik secara keseluruhan maupun sebagian itulah yang disebut hoax. Hoax ini yang rentang menimbulkan keresahan, kesalah pahaman, bahkan fitnah di tengah masyarakat.

Masyarakat dan dunia Islam diakui menjadi korban (victim) terbesar dari misinformasi yang (sebagian) memang disengaja disebarkan untuk membangun persepsi yang salah tentang Islam.

Kebakaran di Los Angeles, California

Sebenarnya kemarin saya telah menuliskan beberapa catatan singkat tentang hal ini di group-group WA dan media sosial lainnya. Catatan itu saya maksudkan untuk merespon banyak pertanyaan yang sampai ke saya pribadi, maupun lewat media sosial lainnya.

Namun karena masih saja banyak yang mengotak via WA, media sosial, bahkan menelpon, saya ingin kembali menyampaikan poin-poin yang sudah pernah saya sampaikan.

Yang pasti saya dan keluarga jauh dari lokasi kebakaran. Kami di New York (Timur) sementara daerah kebakaran di Barat. Membutuhkan lima jam penerbangan untuk sampai ke daerah itu.

Satu, Negara bagian (State) California sesungguhnya kita kenal memang sering mengalami kebakaran hampir setiap tahun. Hal itu karena daerah ini memang daerah tropis, kering dan berangin kencang.

Dua, beberapa tahun lalu CA (California) pernah mengalami kebakaran yang lebih luas dan lama, yang menyebabkan lebih banyak rumah warga yang terbakar.

Namun ketika itu tidak terlalu diekspos karena daerah itu hanyalah perkampungan penduduk biasa dan miskin yang mayoritasnya dari kalangan Hispanic.

Halaman:

Tags

Terkini

Jalan Maju Chile

Rabu, 8 Juli 2026 | 06:44 WIB

Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:19 WIB

Langkah Spiritual dan Fisik Menuju Baitullah

Kamis, 9 April 2026 | 16:31 WIB

Misi Penjaga Perdamaian Dunia Kontingen Garuda

Minggu, 5 April 2026 | 20:47 WIB

Tetap Jaga Jarak

Jumat, 6 Maret 2026 | 14:57 WIB

Variasi Durasi Puasa di Berbagai Belahan Dunia

Minggu, 22 Februari 2026 | 04:46 WIB

Setiap Serangan Israel ke Iran, Selalu Dibayar Lunas

Kamis, 19 Februari 2026 | 05:22 WIB

AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Besok Siapa?

Senin, 5 Januari 2026 | 05:59 WIB

Indonesia Jd Pemimpin IG Terbesar di ASEAN

Senin, 8 Desember 2025 | 21:33 WIB

Zohran Mamdani, Syiahkah?

Minggu, 9 November 2025 | 19:59 WIB