internasional

Perang Israhell-Iran dan Masa Depan Timur Tengah dan Dunia Islam

Kamis, 3 Oktober 2024 | 04:00 WIB
Konflik Israel-Iran Memanas: Israel Perkuat Serangan ke Hezbollah di Lebanon, Iran Siapkan Balasan Mematikan - busurnusa.com (reuters)

Saat ini hampir tidak ada lagi ancaman yang bersifat negara (state) kepada Israel kecuali Iran. Negara-negara Arab lainnya, bahkan non Arab seperti Turki, tidak lagi dianggap ancaman bagi Israel. Iran dengan potensi Kekuatan nuklirnya adalah momok yang menakutkan bagi Israel.

Secara regional kita tahu bahwa sejak lama beberapa negara tetangga, khususnya Saudi Arabia, telah menjadikan Iran sebagai kekuatan sekaligus ancaman terbesar di Timur Tengah.

Segala sesuatu akan dilakukan oleh Saudi Arabia demi melemahkan Iran untuk meyakinkan agar ancaman itu tidak berlanjut. Bahkan tidak tanggung-tanggung melakukan boikot ke negara Saudara sendiri (daulah syaqiiqah), Qatar, karena dianggap ada kedekatan dengan Iran.

Tapi sesungguhnya tidak kalah pentingnya adalah adanya kepentingan global yang sedang diperkelahikan. Dan selamanya kepentingan global ini memiliki akar penting di Timur Tengah.

Selain karena aspek ideologi, Islam vs Sekuler, juga karena Timur Tengah masih dianggap pusat sumber perekonomian dunia (economic resources) terbesar.

Kita mengenal pertarungan antara blok-blok kekuatan dunia saat ini. Antara Rusia dan Amerika di Barat. Antara Amerika dan China di Timur. Dan kekuatan penyeimbang itu ada di Timur Tengah dan dunia Islam.

Saya sangat merasakan pesan Huntington dalam bukunya “Clash Among Civilization” dalam konflik ini. Di mana Barat, China dan Islam akan berbenturan untuk mendominasi dunia ke depan.

Israel adalah tangan kanan kekuatan Barat di Timur tengah dan dunia Islam. Seringkali Israel ditampilkan sebagai “the only democracy in the Middle East”.

Israel akan sengaja melakuan dengan sendirinya atau dipakai oleh Barat untuk melakukan segala hal untuk memastikan dunia Islam melemah. Dan itu dapat kita lihat dari masa ke masa.

Dari perang Afghanistan, Irak, Suriah, Yaman, Sudan, bahkan kini perang terbuka dengan Iran, semua itu tidak bisa dilepaskan dari upaya sistimatis dan cerdas dari kekuatan Barat untuk melemahkan dunia Islam.

Karenanya bagi saya tidak terlalu mengejutkan dan mengkhawatirkan dengan prilaku Israel yang zholim. Karena memang itu tabiat dasarnya. Penjajah tidak akan bisa diharapkan bersikap civilized (beradab) karena memang biadab.

Saya juga tidak terlalu terkejut dengan prilaku Amerika yang “double standard” ketika sudah bersentuhan dengan kebijakan Timur Tengah. Memang itu karakter dan sejarah Amerika di berbagai belahan dunia. Tidakkah kita ingat apa yang Amerika telah lakukan di negara-negar Latin dan Amerika Tengah?

Justeru yang membingungkan dan menyedihkan adalah sikap negara-negara Islam dan Timur Tengah yang tidak sadar diri bahwa mereka sedang menjadi korban kekuatan global (baca Barat).

Mereka diberikan amunisi dan/atau dipaksa membeli persenjataan dari dunia Barat untuk saing melemahkan dan mengeliminir di antara mereka. Yang pada akhirnya kelak mereka justeru akan menjadi korban dan dijadikan budak anak emas Amerika di Timur Tegah (Israel).

Oleh karenanya kalau dunia Islam, khususnya Timur Tengah, tidak segera sadar maka tunggu dua tiga tahun ke depan. Tidakkah negara-negara tetangga Israel itu sadar bahwa ancaman Israel sebagai kaki tangan kekuatan Barat nyata bagi mereka?

Halaman:

Tags

Terkini

Langkah Spiritual dan Fisik Menuju Baitullah

Kamis, 9 April 2026 | 16:31 WIB

Misi Penjaga Perdamaian Dunia Kontingen Garuda

Minggu, 5 April 2026 | 20:47 WIB

Tetap Jaga Jarak

Jumat, 6 Maret 2026 | 14:57 WIB

Variasi Durasi Puasa di Berbagai Belahan Dunia

Minggu, 22 Februari 2026 | 04:46 WIB

Setiap Serangan Israel ke Iran, Selalu Dibayar Lunas

Kamis, 19 Februari 2026 | 05:22 WIB

AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Besok Siapa?

Senin, 5 Januari 2026 | 05:59 WIB

Indonesia Jd Pemimpin IG Terbesar di ASEAN

Senin, 8 Desember 2025 | 21:33 WIB

Zohran Mamdani, Syiahkah?

Minggu, 9 November 2025 | 19:59 WIB

Tangan Tetap di Pelatuk, Memaksa Zionis Tunduk

Jumat, 10 Oktober 2025 | 07:30 WIB

Delegasi Pesantren Al Masykuriyyah di Uzbekistan

Minggu, 28 September 2025 | 17:48 WIB