internasional

Tanam Pohon 2 Juta Pohon Selama 18 Tahun, Selamatkan Banyak Hewan dan Tumbuhan

Kamis, 11 Juli 2024 | 17:39 WIB
Dibalik lebatnya hutan Amazon menyimpan rahasia dan misteri kehidupan masa lalu (Foto: Oddity Central)

Journalnusantara.com - Di negara Brasil, ada pasangan menanam 2 juta pohon dalam 18 tahun, mengembalikan 172 spesies burung, 33 mamalia, 15 amfibia, 15 reptil dan 293 spesies tanaman.

Seluruh dunia harus tahu mereka berdua yaitu pasangan Lélia Wanick dan Sebastião Salgado.

Pasangan ini memutuskan untuk memulai Terra Institute, sebuah organisasi kecil yang menanam 2 juta tanaman dan menghidupkan kembali hutan.

"Hanya ada satu makhluk yang dapat mengubah karbon dioksida menjadi oksigen, dan itu adalah pohon. Kita perlu menanam kembali hutan," kata Sebastiano.

Hanya menggunakan tanaman lokal, pasangan itu membangun kembali seluruh ekosistem dari awal dan daerah itu berkembang secara signifikan.

Memungkinkan fauna untuk kembali dan berkat pekerjaan mereka, Lélia dan Sebastião menyelamatkan puluhan spesies yang terancam punah.

"Bumi ini sedih seperti aku, semuanya hancur. Kemudian istri saya mendapat ide fantastis untuk menanam kembali hutan ini: semua serangga, ikan, dan burung-burung kembali, dan berkat pertumbuhan baru pohon-pohon saya dilahirkan kembali," ucapnya.

Tags

Terkini

Langkah Spiritual dan Fisik Menuju Baitullah

Kamis, 9 April 2026 | 16:31 WIB

Misi Penjaga Perdamaian Dunia Kontingen Garuda

Minggu, 5 April 2026 | 20:47 WIB

Tetap Jaga Jarak

Jumat, 6 Maret 2026 | 14:57 WIB

Variasi Durasi Puasa di Berbagai Belahan Dunia

Minggu, 22 Februari 2026 | 04:46 WIB

Setiap Serangan Israel ke Iran, Selalu Dibayar Lunas

Kamis, 19 Februari 2026 | 05:22 WIB

AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Besok Siapa?

Senin, 5 Januari 2026 | 05:59 WIB

Indonesia Jd Pemimpin IG Terbesar di ASEAN

Senin, 8 Desember 2025 | 21:33 WIB

Zohran Mamdani, Syiahkah?

Minggu, 9 November 2025 | 19:59 WIB

Tangan Tetap di Pelatuk, Memaksa Zionis Tunduk

Jumat, 10 Oktober 2025 | 07:30 WIB

Delegasi Pesantren Al Masykuriyyah di Uzbekistan

Minggu, 28 September 2025 | 17:48 WIB